Mesin Pesawat Tidak Bisa Dipakai Kembali

Bangkai Helikopter Akan Dimutilasi

39

TASIK – Bang­kai helikopter BO 150 M PK-EAH belum dievakuasi dari lokasi jatuhnya di Bukit Ceuri Kam­pung Si­tuhiang, Ci­nipah, Desa Sirnaputra, Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya.

Sebab tim operator dari Perusahaan Air Transport Services (ATS) bersama tim asuransi dari Singapura baru selesai mengecek kondisi helikopter Senin (18/3).

Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya Letkol PnB Muhammad Pandu Adi Subrata SH mengatakan operator dari perusahaan ATS dan petugas asuransi dari Singapura baru selesai mengecek kondisi helikopter. ”Tadi dicek dari pagi hingga malam hari baru beres, sehingga evakuasi ditunda,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Baca juga: Trauma Naik Pesawat Tak Cepat Hilang

Sehingga, kata Pandu, kemungkinan evakuasi bangkai helikopter akan dilaksanakan hari ini (19/3). “Untuk teknisnya, belum bisa dipastikan. Karena belum ada perintah atau instruksi dari tim operator (ATS),” tuturnya.

Namun, Pandu mengungkapkan ada dua opsi evakuasi bangkai helikopter yang bisa dilakukan. Pertama dengan di potong-potong memakai gergaji mesin atau alat lainnya. Kemudian, potongan pesawat digotong manual oleh tim gabungan ke kendaraan untuk diangkut. “Nantinya bangkai helikopter akan disimpan di Lanud Wiriadinata terlebih dahulu,” paparnya.

Kedua, tambah Pandu, bisa dengan opsi memotong sebagian bangkai helikopter. Lalu potongan badan helikopter diikatkan ke tali atau kabel yang kuat, untuk dibawa ke lokasi kendaraan pengangkut di dekat chek dam. “Jadi tanpa di gotong manual, bergeser sendiri melalui tali yang dipasang dari bukit sampai lokasi kendaraan,” terangnya.

”Jadi istilahnya bisa di-sling, namun dua opsi tersebut belum bisa dipastikan, teknis mana yang akan diambil,” kata Pandu menambahkan.

Nantinya, kata dia, ketika opsi pemotongan bangkai pesawat dengan digotong manual, personel dari Lanud Wiriadinata, TNI, Polri, Basarnas, BPBD beserta masyarakat akan menggotong hingga ke truk pengangkut.

”Yang jelas tugas kita adalah mengamankan aset helikopter yang jatuh tersebut,” tambahnya.

Adapun soal peralatan di dalam bangkai helikopter, jelas Pandu, sudah dicek dan diamankan KNKT untuk kepentingan penyelidikan.

“Mesin pesawat secara keseluruhan dibawa ke Bogor di Kantor PT ATS. Untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh KNKT,” terangnya.

Ketika ditanya apakah mesin helikopter masih bisa digunakan? Pandu menegaskan secara keseluruhan mesin helikopter sudah tidak bisa digunakan kembali. ”Sudah pasti total lose, apalagi sudah beberapa kali dilakukan penerbangan. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya,” tandasnya.

Dijaga Tim Gabungan

Tim gabungan dari TNI/Polri menutup bangkai helikopter tersebut dengan terpal, agar terlindungi dari penjarahan atau sesuatu yang bisa merusak badan helikopter.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 12/12 Leuwisari Kapten Czi Rohadi menjelaskan personel Koramil Leuwisari masih siaga di lokasi jatuhnya helikopter hingga proses evakuasi selesai.

“Untuk hari ini (kemarin) kita melaksanakan pengecekan kondisi bangkai helikopter sesuai perintah Pak Dandim,” ujar Rohadi kepada Radar di Kampung Situhiang Cinipah, kemarin.

Menurutnya, selain dari Kodim dan Koramil, beberapa personel Lanud Wiriadinata, Polres Tasikmalaya, Polsek Cigalontang, BPBD dan Basarnas masih standby di tempat kejadian perkara. “Kita bersama tim gabungan siaga sampai nanti evakuasi tuntas,” jelasnya.

Kapolsek Cigalontang IPTU Tudiman menambahkan evakuasi bangkai helikopter akan dilaksanakan hari ini (19/3). “Kemungkinan baru hari ini dievakuasi, menunggu tim asuransi dari Singapura dan tim dari perusahaan Air Transport Services (ATS) mengecek kondisi pesawat,” paparnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.