SBY Ingatkan Akan Ada Lagi Reformasi

Bangkitnya Slogan ‘Luwih Enak Zaman ku, Toh?

477
0
SARASEHAN. BJ Habibie, Jimly Asshidiqie, Yenny Wahid, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ilham Habibie (kanan) menghadiri sarasehan nasional yang diselenggarakan oleh ICMI di Jakarta, Senin (21/5).

Memasuki 20 tahun lengsernya HM Soeharto dari kursi presiden, yang dikenal dengan dimulainya era reformasi, justru ‘kenangan indah’ terhadap masa kepemimpinan Soeharto makin menguat. Setelah Indo Barometer merilis hasil surveinya yang menyebutkan Soeharto sebagai presiden paling berhasil, Partai Berkarya pun mengumumkan, akan membangkitkan ‘kenangan indah’ itu.

“Seperti diprediksi, akan tiba suatu masa di mana masyarakat luas terkenang kembali jasa dan prestasi para pemimpinnya, termasuk era Pak Harto,” kata Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, kepada Indopos di Jakarta, Senin (21/5).

Partai Berkarya, yang didirikan Tommy Soeharto itu, menurut Priyo akan mengangkat kembali memori masyarakat pada zaman Soeharto dengan slogannya ‘luwih enak zamanku to?’ bersama dengan foto senyum khasnya.

Hal ini dilakukan menyusul hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Soeharto sebagai presiden yang paling berhasil memimpin Indonesia.

Ia pun mengklaim beberapa tahun belakangan ini telah terjadi demam kerinduan enaknya zaman Soeharto di berbagai daerah di tanah air.

Menurut Priyo, sosok Soeharto adalah tokoh bangsa yang hebat, bapak pembangunan yang besar jasanya. Demikian pula Bung Karno yang meupakan bapak pendiri bangsa yang hebat.

“Mereka berdua adalah putra-putra terbaik yang pernah dilahirkan bangsa ini. Presiden-presiden setelahnya diharapkan merupakan resultante dari kebaikan-kebaikan pendahulunya,” paparnya.

Namun demikian, kata Priyo, pihaknya menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merajut sejarah kebaikan-kebaikan semua zaman, baik itu Orde Lama, Orde Baru, maupun Orde Reformasi.

“Kita serap kebaikan-kebaikan, prestasi dan capaian masing-masing Orde tanpa harus berlebihan mencela para pemimpin pada zamannya. Bangsa ini akan besar kalau berdamai dengan sejarah dan tidak lagi tenggelam dalam kebencian sejarah,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengancam akan ada reformasi kembali di masa depan. Hal itu apabila pemerintahan saat ini tidak bisa menjalankan amanah reformasi 1998. Terlebih, banyak agenda yang dikumandangkan saat reformasi lalu, tidak dijalankan.

Pernyataan SBY yang juga Presiden ke-enam RI itu disampaikan lewat akun twitter-nya, @SBYudhoyono guna menanggapi peringatan 20 tahun reformasi yang jatuh Senin (21/5).  “Bisa saja terjadi reformasi lagi di masa depan,” demikian cuitan SBY.

Ia memulai kicauannya dengan menyebut bahwa 2018 adalah tahun yang memiliki makna sejarah tinggi. Selain merupakan peringatan 20 tahun reformasi, tahun ini Indonesia juga memperingati genapnya 110 tahun Kebangkitan Nasional dan 90 tahun Sumpah Pemuda.

“Semangat Kebangkitan Nasional 1908, 110 th lalu – Menjadi bangsa yang merdeka & berdaulat. Bebas dari belenggu para penjajah. *SBY*,” tulis SBY.

Setelah 110 tahun dari momen kebangkitan nasional, SBY menilai, generasi sekarang dan mendatang bertugas untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada abad ke-21. Sementara, semangat Sumpah Pemuda 1928, adalah bersatunya pemuda-pemudi Indonesia di seluruh tanah air yang amat majemuk identitasnya.

Oleh karena itu, SBY berpesan jangan sampai generasi sekarang kurang rukun dan kurang bersatu. “Berdosa kita kepada para pendahulu. Malu pula kepada generasi mendatang,” kata dia.

Adapun semangat dan agenda reformasi 1998, 20 tahun lalu, urai SBY, adalah koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat. Intinya, kekuasaan tak boleh terlalu absolut, agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. Hukum harus tegak dan tak tebang pilih.

Dia menambahkan ekonomi juga harus adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. Sementara dalam politik praktis termasuk pemilu, negara termasuk TNI, Polri dan BIN harus netral dan tak berpihak.

 

“Generasi sekarang & mendatang wajib jalankan & wujudkan amanah reformasi tsb. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan,” tutupnya.

Sementara, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga menyatakan, peringatan 20 tahun reformasi merupakan momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam menjalankan amanat reformasi.

Menurutnya, pasca reformasi masih banyak agenda reformasi yang belum berjalan sesuai dengan rencana. “Banyak agenda reformasi yang tidak jalan,” ujar Muhaimin kepada wartawan, Senin (21/5).

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin enggan membeberkan agenda reformasi yang belum terlaksana pasca reformasi berjalan. Ia hanya menyebut agenda reformasi direncanakan saat itu telah terlupakan.

Bahkan, Cak Imin menilai, agenda reformasi tidak dijadikan prioritas bangsa. Meski menilai reformasi belum berjalan, ia melihat agenda reformasi di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla secara bertahap mulai dilaksanakan. Namun, Cak Imin juga enggan menyebut pelaksanaaan agenda reformasi akan mencapai tujuan dalam pemerintahan kali ini. “Kita syukuri seluruh agenda reformasi secara bertahap terus menerus mulai konsisten dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan, demokrasi merupakan sistem terbaik yang digunakan Indonesia pasca reformasi. Namun, ia menilai sistem tersebut tidak dijalankan oleh orang yang tepat. “Kapasitas kita untuk mengelola demokrasi itu bermasalah sehingga kerja kita stagnan,” ujar Fahri kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (21/5).

Menurutnya, dampak dari ketidakmapuan itu telah membuat sejumlah sektor tidak berjalan optimal. Beberapa sekto yang perlu diperhatikan, yakni sektor perekonomian dan penegakan hukum.

Kedua hal itu, kata Fahri, akan berdampak negatif bagi kepercayaan negara lain dalam berinvestasi jika tidak segera diperbaiki. (jaa/aen/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.