Bangun Jalan dan Rehab Posyandu

6
PANTAU. Kepala Desa Pasirsalam Kecamatan Mangunreja Ee Supyano memantau jalan desa sepanjang 1,2 kilometer yang baru selesai dibangun menggunakan DD tahap kedua Senin (20/8).

MANGUNREJA – Hadirnya dana desa (DD) memang menjadi semangat tersendiri bagi pemerintah desa untuk melakukan pembangunan di wilayahnya. Infrastruktur dan fasilitas umum menjadi prioritas rata-rata desa mengalokasikan anggaran dari pemerintah pusat tersebut.

Pemerintah Desa Pasirsalam Kecamatan Mangunreja mengalokasikan anggaran DD tahap kedua tahun ini untuk pembangunan jalan desa sepanjang 1,2 kilometer. “Kami membangun jalan sepanjang 1.280 meter dengan lebar 3 meter tepatnya di Dusun Sukalebar RT/RW 26/06 Kampung Cikuda,” ujar Kepala Desa Pasirsalam Ee Supyano kepada Radar, Senin (20/8) usai menunjukkan lokasi jalan yang baru selesai dibangun.

Kata dia, akses jalan tersebut sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Maka dari itu, pada realisasi DD tahap kedua ini pemerintah desa fokus untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

Sehingga aktivitas masyarakat bisa lancar dalam menunjang perekonomian dan kesejahteraannya. “Ini akses jalan yang sangat penting. Karena menghubungkan dengan desa lain dan kecamatan,” jelasnya.

Tidak hanya penunjang aktivitas masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian, kata dia, akses jalan ini juga menjadi satu-satunya infrastruktur yang sering digunakan para pelajar untuk berangkat ke sekolah.

“Setelah dilakukan perbaikan, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan jalan ini sebaik mungkin dan ikut merawat supaya awet,” harapnya.

Selain pembangunan jalan desa, kata dia, pihaknya juga sudah merealisasikan perbaikan dua unit posyandu di Dusun Cikeler Kampung Cilondok dan Babakan Muncang. “Penentuan dua posyandu karena yang paling sangat dibutuhkan oleh warga. Mengingat kondisinya sudah sangat rusak. Tapi ke depan secara bertahap semuanya akan diperbaiki,” katanya.

Kemudian ada juga alokasi anggaran untuk pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga bisa memutus mata rantai agar masyarakat tidak belanja ke pasar, melainkan kepada pelaku usaha yang ada di desa termasuk BUMDes. Bahkan ada program yang berbelanja bisa diantarkan ke rumahnya. “BUMDes sudah berjalan 10 bulan dan sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu dari desa lain ada yang berbelanja ke BUMDes ini karena harganya cukup terjangkau,” tandasnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.