Bangunan SD yang Dijual Pihak Desa Masih Tercatat Aset Pemda Garut

145
0

TAROGONG KIDUL – Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Nurdin Yana mengatakan, lahan dan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jayamukti Kecamatan Cihurip yang dijual oleh pihak desa masih tercatat sebagai aset Pemda Garut.

“Hasil pengecekan, tanah dan bangunannya masih milik Pemda, sehingga ketika akan dijual harus ada prosedur yang ditempuh.

Baca juga : Viral, Bangunan SD di Garut Diduga Dijual

Kalau ini tidak ditempuh, dijual secara sepihak. Ini kesalahannya hanya administrasi saja,” ujar Nurdin Yana kepada wartawan, Rabu (1/7).

Menurut dia, tanah dibangunnya sekolah itu awalnya merupakan milik masyarakat desa setempat. Lantaran hendak dibangun sekolah, tanah itu dihibahkan kepada pemerintah daerah melalui lembaga masyarakat desa.

Setelah itu, Pemkab Garut mendirikan bangunan sekolah di tanah itu melalui dana alokasi khusus (DAK).

Loading...

“Saat itu hibah dilakukan secara lisan yang disampaikan masyarakat, tidak secara tertulis. Adanya hibah itu, tanah dan bangunan SDN 3 Jayamukti dicatat sebagai aset Pemkab Garut,” ujarnya.

Setelah terjadi bencana alam, kata dia, sekolah itu tak lagi digunakan. Berdasarkan rekomendasi Badan Geologi, sekolah harus dipindah.

Dalam prosesnya, masyarakat desa kembali menyediakan tanah untuk dibangun sekolah. Sementara pembangunannya menggunakan DAK dari pemerintah pusat.

Kendati tanah dan bangunan lama SDN 3 Jayamukti tak lagi digunakan, ia menyebut, statusnya secara administratif masih merupakan aset Pemkab Garut.

“Kejadian ini karena ketidakpahaman aspek administrasi. Disangka masih milik mereka, maka tanah itu dijual,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya masih akan melakukan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan mengenai status itu.

Namun, jika dilihat dari sisi administratif, ada pelanggaran yang dilakukan pihak desa. Sebab, pihak desa menjual tanah aset Pemkab Garut tanpa adanya persetujuan.

“Kalau dari sisi regulasi ada yang dilanggar. Karena sebelum dijual harus ada persetujuan dari DPRD, baru bisa pindah tangan. Jadi tidak bisa langsung, karena sudah terdaftar aset pemerintah meski kronologisnya berasal dari mereka,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak yang membeli tanah itu. Menurut dia, pembeli tak mengetahui status tanah itu milik Pemkab Garut.

Namun, karena ramai menjadi perbincangan, pembeli ingin uangnya dikembalikan.

Sementara itu, perwakilan pembeli tanah, Didi mengatakan, tanah itu ditawarkan oleh komite dan pihak sekolah kepada kakaknya yang bernama Abdul Manaf.

Ia mengatakan, pihak sekolah beralasan penjualan tanah itu untuk membantu biaya pembangunan sekolah baru karena belum selesai. Ia mengaku, keluarganya tak mengetahui status tanah itu merupakan aset Pemkab Garut.

“Kakak saya siap beli asal tidak ada masalah. Kata mereka tidak akan ada, karena yang bertanggung jawab kepala desa yang mengetahui,” kata dia.

Akhirnya, kakaknya membeli tanah beserta bangunan sekolah lama itu sebesar Rp 80 juta. Namun, bangunan sekolah justru dibongkar oleh masyarakat sekitar dan dijual ke pihak lain.

“Sekarang ada masalah, kita minta uang balik lagi. Kalau bisa, ya diteruskan. Karena kita tak butuh tanah bermasalah,” paparnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Jayamukti Mita membenarkan adanya penjualan tanah dan bangunan sekolah itu. Namun itu hasil musyawarah bersama antara pihak BPD dan komite sekolah.

Bekas sekolah ini dijual, berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya lokasi sekolah yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena posisinya di dalam perkampungan.

Baca juga : Talangseng Garut Jadi Destinasi Wisata Baru

Selain itu, kondisi tanah sekolah yang sangat rawan pergeseran karena posisinya berada di pinggir tebing yang sewaktu-waktu bisa berakibat longsor dan tergerus.

”Untuk itu, melalui musyawarah akhirnya tanah sekolah itu dijual untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman dan bisa terjangkau oleh kendaraan, dan sekarang sekolah itu sudah berdiri di pinggir jalan raya. Uang Rp 80 juta itu untuk pembelian tanah yang baru ini,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.