Banjar Bebas Stunting dan ODF Tahun 2020

110
0
DUKUNGAN. Asisten Sekda Kota Banjar H Agus Eka Sumpena SE menerima CSR dari Bank BRI Cabang Banjar. Bantuan itu untuk mendukung program ODF di Kota Banjar.
DUKUNGAN. Asisten Sekda Kota Banjar H Agus Eka Sumpena SE menerima CSR dari Bank BRI Cabang Banjar. Bantuan itu untuk mendukung program ODF di Kota Banjar.

BANJAR – Memeringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar menggelar berbagai kegiatan di Banjar Convention Hall (BCH) Jumat (6/12). Berbagai kegiatan yang dilaksanakan itu untuk wewujudkan Banjar bebas stunting dan Banjar open defecation free (ODF) tahun 2020.

Pada kegiatan yang membawa tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, Sehat Milik Kita itu digelar juga pemberian apresiasi dan sertifikat kepada kepala OPD, BPJS Kesehatan, rumah sakit, apotek, IBI, IDI, kades, lurah dan camat, masyarakat, kader terlama, pelaku ASI eksklusif, bayi sehat dan pernyataan komitmen bersama untuk kecamatan yang belum ODF.

Untuk mendukung program ODF, Bank BRI pun mengucurkan dana CSR sebesar Rp 100 juta. Bantuan itu diterima secara simbolis oleh Asisten Sekda Kota Banjar H Agus Eka Sumpena SE.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr H Herman MKes mengatakan untuk mewujudkan Banjar bebas stunting dan ODF diperlukan peran dari semua unsur dan elemen masyarakat.

“Semua elemen, baik masyarakat, kader, pemerintah dan swasta harus mendukung semua program kesehatan, sehingga Banjar bebas stunting dan ODF bisa tercapai,” ujarnya.

PENGHARGAAN. Asisten Sekda Kota Banjar H Agus Eka Sumpena SE bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr H Herman MKes (kiri) memberikan sertifikat penghargaan kepada ketua Baznas Kota Banjar. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
PENGHARGAAN. Asisten Sekda Kota Banjar H Agus Eka Sumpena SE bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar dr H Herman MKes (kiri) memberikan sertifikat penghargaan kepada ketua Baznas Kota Banjar. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesling Kesorga) Dinkes Kota Banjar Rusyono SKM, MM menambahkan saat ini masih ada enam desa/kelurahan yang belum ODF, yakni Kelurahan Situ Batu, Pataruman, Bojongkantong, Muktisari, Desa Sukamukti dan Karyamukti.

Loading...

“Mudah-mudahan tahun 2020 semua desa kelurahan yang ada di Kota Banjar sudah ODF. Maka diperlukan peran serta semua elemen masyarakat mewujudkannya,” kata dia.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar Sophia Restantini SKM mengatakan jumlah balita se-Kota Banjar sebanyak 12.766 anak. Dari jumlah itu, berdasarkan data tahun 2019, sebanyak 799 anak mengalami stunting. Angka itu turun 6,3 persen dari tahun 2018 yang berjumlah 1.054 anak.

“Stunting itu multifaktor, tidak hanya dari faktor kesehatan saja, tapi juga kekurangan gizi. Sehingga dibutuhkan asupan atau penuhi gizi bayi, mulai dari seribu hari pertama kehidupannya, saat masa kehamilan dan menyusui ekslusif dan MP ASI hingga 24 bulan,” ujarnya.

Kata dia, untuk mencegah stunting harus didukung oleh ODF, sanitasi yang aman, kesehatan keliling. Semuanya harus saling berdampingan satu sama lainnya.

“Kota Banjar tidak masuk dalam lokus stunting di Jawa Barat dan berharap tidak masuk,” ujarnya. (nto)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.