Satu Orang Dinyatakan Tewas, 926 Rumah Rusak

Banjir dan Longsor Terjang Pangandaran

33

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANGANDARAN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangandaran sejak Selasa (6/11) dinihari, menimbulkan banjir dan longsor di beberapa wilayah di Pangandaran. Satu orang dinyatakan meninggal dalam kejadian tersebut.

Kepala Dinas Pemdam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan intensitas hujan yang tinggi terjadi sejak hari Senin (5/11) hingga Selasa (6/11) dini hari. Mengakibatkan beberapa titik rumah di Pangandaran kebanjiran. Bahkan ada rumah tertimpa pohon karena longsor. ”Curah hujan memiliki kisaran 20 mm/hari,” tuturnya kepada Radar, Selasa (6/11).

Menurutnya, bencana banjir terjadi di beberapa kecamatan seperti Kalipucang, Pangandaran, Cijulang, Sidamulih, Cimerak dan Parigi. Sementara longsor terjadi di Kecamatan Cigugur, Cijulang, Sidamulih, Langkaplancar dan Kalipucang. Sementara rumah yang tertimpa pohon ada di Kecamatan Parigi dan Pangandaran. Sementara rumah ambruk ada di Kecamatan Cimerak dan Kalipucang .

Untuk total sementara yang terendam banjir ada 926 rumah, sedangkan rumah yang ambruk ada dua dan yang tertimpa pohon juga ada dua. ”Satu rumah di Dusun Cimapag Desa Harumandala Kecamatan Cigugur rusak terkena longsor, satu rumah rusak juga terkena longsor di Dusun Sanghiangkalang Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, satu rumah lagi di Dusun Karangsari Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang. Kemudian longsor di perbatasan Sidamulih dan Kersaratu hingga menutup badan jalan, longsor di Banjarharja Kalipucang dan longsor di Dusun Pondok Mangir Desa Pagergunung Kecamatan Pangandaran dan di desa Jayasari Langkaplancar,” terangnya.

Sejauh ini, menurut dia, dilaporkan ada satu orang yang tewas terseret arus sungai di Cimerak. ”Namanya Ema, warga Dusun Cisempu RT/RW 10/03 Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, almarhum meninggal karena terseret arus sungai Cisempu,” ungkapnya.

Namun untuk kronologis terseretnya Ema, katra dia, belum diketahui. Karena jasadnya langsung ditemukan dan dikebumikan oleh keluarganya.

Menurut dia, warga yang rumahnya terendam oleh banjir tetap bertahan hingga menunggu air surut. ”Sebagian besar tetap bertahan di rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Pihaknya langsung cepat tanggap dengan mengirimkan personel ke berbagai daerah yang terkena banjir dan juga mengirimkan empat unit perahu karet.

Jalan Nasional Terputus
Pemandangan tidak biasa terlihat di Jalan Nasional Parigi-Cijulang, atau tepatnya di Dusun Kalensari Desa Cijulang Kecamatan Cijulang. Dimana genangan air yang tingginya diperkirakan mencapai 50 cm, menyebabkan terputusnya arus lalu lintas dari arah Cijulang maupun sebaliknya. ”Jalan ini terpaksa ditutup, karena kendaraan tidak mungkin bisa lewat dengan ketinggian air seperti ini,” tuturnya.

Akibatnya antrian panjang kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa dihindarkan. ”Untuk mencari jalan alternatif juga susah, makanya banyak yang menunggu sampai surut,” jelasnya.

Menurut Nana, panjang genangan air tersebut sampai 50 meter jauhnya. ”Banjir juga terjadi di kawasan Cijoho, arus lalu lintas jadi terhambat,” terangnya.

Warga Cijulang Dede Suhendar (29) mengatakan antrean kendaraan terpantau terus bertambah hingga pukul 18.00. ”Dari tadi tidak bergerak-bergerak, mungkin jalannya belum dibuka,” katanya.

Ia pun sempat bepergian ke Parigi, namun mengetahui jalanya ditutup, ia pun mengurungkannya. ”Temen saya juga banyak yang kesal,” tegasya.(den)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.