”Banjir Darah” di Halaman Kedubes

4959
RANGGA JATNIKA / Radar Tasikmalaya AKSI SOLIDARITAS. Ribuan umat muslim Tasikmalaya melakukan aksi solidaritas untuk warga Uighur, Xinjiang. Mereka mengecam diskriminasi kepada etnis muslim oleh Pemerintah Cina Jumat (21/12).

Kedutaan Besar (Kedubes) Cina dibanjiri pendemo Aksi Bela Uighur. Mereka mengecam tindakan diskriminatif warga Muslim di sana oleh pemerintah setempat. Aksi ini adalah yang kedua terbesar dialami kedutaan tersebut pasca peristiwa 30 September 1965 silam.

Suara tembakan terdengar keras menggelegar di depan Halaman Kedutaan Besar Tiongkok di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12) siang. Suara pukulan juga terdengar berkali-kali. Diikuti suara tangis dan jerit ketakutan. Tangisannya sangat menyayat hati.

Para perempuan dan pria tua bersimbah darah. Seorang pria berkopiah terlihat mati di tepi trotoar. Pekikan tangisan silih berganti. Seorang tentara terlihat menyeret pria malang tersebut. Suara ini datang dari sebuah teatrikal anak muda mengenai penderitaan Muslim Uighur di depan Kantor Kedutaan Besar Cina, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Ampuun-ampuuun, jangan sakiti kami. Kami mau bebas, kami tidak mau dipaksa, kata pria bersorban dan wanita Uighur dalam aksi tersebut. Tak digubris, bukan ampunan yang didapat tamparan keras mendarat di pipi.

Tentara pemerintah Cina digambarkan dengan kejam. Tak kenal ampun. Tendangan dan pukulan terus diberikan kepada rakyat Uighur. Mereka juga digambarkan memberikan minuman beralkohol kepada rakyat Uighur secara paksa. Dari kedubes, tampak satu dua orang melihat dari balik jendela berpagar duri tersebut. Pihak pengamanan.

Aksi teatrikal selesai. Tak lama kemudian, adzan Asar berkumandang. Para massa aksi Bela Uighur menggelar salat Asar berjamaah. Mantan Ketua GNPF Bachtiar Nasir menjadi imamnya.

Sang orator yang berada di mobil komando mengimbau massa berwudu dengan air mineral yang sudah disiapkan.”Saudara-saudara ku, mari kita salat Asar berjamaah dahulu, silakan ambil wudu,” katanya. Para peserta aksi teatrikal lalu membubarkan diri dan membersihkan make up.

Mereka berwudu dengan air mineral yang ada. Setelah itu, massa membikin saf untuk salat berjamaah tepat di depan pintu masuk . Selesai salat, orasi kembali dilanjutkan. Selain polisi, massa juga dijaga ketat oleh kawat berduri.. (*/fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.