Diduga Akibat Pekerja Proyek Baru

Banjir di RSUD Masuk Lift

223
0
SEMPAT BANJIR. Kondisi Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya usai digenangi air, Minggu (23/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
Loading...

TAWANG – Ruang rawat inap Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo sempat mengalami banjir dan gangguan saluran air pada Jumat (21/6). Padahal gedung tersebut baru saja selesai dibangun penghujung 2018 dan tengah menjalani masa pemeliharaan dari pelaksana pembangunan.

Proyek pembangunan tahap kedua yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 15 miliar tersebut sempat menuai keluhan dari petugas rumah sakit termasuk beberapa pasien yang mulai dirawat di gedung berlantai lima itu. “Kebetulan saudara saya dirawat di sana, saat Jumat terjadi banjir menggenang di lantai perawatan dan masuk ke dalam lift gedung,” ujar salah seorang keluarga pasien Asep Wawan (42) kepada Radar, Minggu (23/6).

Petugas keamanan pihak pelaksana proyek Lalan Rahlan menyebut, gedung Tulip belakangan sudah beroperasi di lantai 2. Sudah terdapat beberapa pasien dan petugas yang berjaga di lantai tersebut. Otomatis, ketika terjadi genangan air menjadi perhatian dan menuai komplain dari penghuni gedung itu. “Banyak laporan, kebetulan pas kami cek sudah banjir. Dan kami bersama petugas lain yang melakukan pemeliharaan membereskannya,” kata dia.

“Ternyata ada pipa vital yang dipotong. Mungkin pelaksana proyek baru yang rencananya akan membangun sekitar lima meter dari gedung Tulip yang melaksanakannya. Sontak terjadi gangguan saluran air,” tambah dia.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek pembangunan Gedung Tulip PT Sarakan Paku Persada dengan PT Tiara Mulya Sejahtera (TMS) mengaku mendapat teguran dari pihak RSUD kaitan gangguan instalasi air yang menyebabkan tiga lantai di gedung tersebut banjir. “Kami dapat teguran. Dan langsung melakukan pembenahan, sebab masih ranah kami selama masa pemeliharaan dan belum dilakukan serah terima ke pihak RSUD,” ujar Direktur PT TMS H Endang Rukanda.

Saat dicek, dia menyebut ada pipa vital saluran air untuk tangki torn yang dipotong pelaksana proyek gedung baru Mitra Batik. Pihaknya otomatis merasa kecewa, lantaran tidak ada koordinasi sama sekali dari pelaksana yang hendak menggarap gedung dengan nilai proyek Rp 56,7 miliar berdekatan dengan gedung yang masih menjadi tanggung jawabnya dalam masa pemeliharaan. “Bukan tidak ingin disalahkan, sebab secara pekerjaan kita sudah tidak ada persoalan. Karena masa pemeliharaan sampai akhir Juni, otomatis masih tanggung jawab kami,” keluhnya.

Endang mengaku prihatin terhadap pasien yang tengah di rawat di gedung itu. Secara teknis kesalahan tidak terdapat pada pekerjaannya yang telah rampung sejak Desember 2018. “Lift juga kami cek, sebab sempat terendam. Tapi alhamdulillah lancar dan tidak ada persoalan. Saluran air kami tangani langsung dan sekarang sudah normal,” kata Endang.

Loading...

“Kita harap pihak pelaksana yang akan menggarap gedung baru, itu minimalnya ada kulonuwun dulu. Komunikasi, supaya kami juga bisa turut melancarkan rencana pembangunan, tanpa ada kendala dan persoalan ke gedung yang baru selesai,” tambah dia.

Sementara itu, ketika wartawan hendak melakukan konfirmasi terhadap pelaksana gedung baru yang berjarak lima meter dari Gedung Tulip yakni PT Marabunta Cipta Laksana, tidak ada satu pun pihak yang dapat dikonfirmasi. Di lokasi pun belum terpampang papan pengumuman proyek. Diketahui pelaksana tersebut merupakan perusahaan dari luar Kota Tasikmalaya yang belakangan baru melaksanakan pematangan lahan di tempat rencana pembangunan gedung. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.