Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Banjir Pangandaran karena Hulu Sungai Diduga Rusak

235
0
NANA SURYANA / RADAR TASIKMALAYA BERSIHKAN PUING-PUING. Anggota Tagana Kabupaten Pangandaran membersihkan puing-puing longsor di Jalan Sidamulih-Kalijati Pangandaran Senin (9/10/2017).

Wagub Jabar Siapkan Relawan Mitigasi Bencana di Kecamatan
PANGANDARAN – Wakil Guber­nur Jawa Barat H Deddy Mizwar menyoroti penye­bab banjir di Pangan­daran akibat kerusakan hutan. Menu­rut­nya, perlu adanya penyelidikan serta pembenahan secara bertahap agar ancaman banjir tidak terulang.
”Prediksi saya ada kerusakan di hulu sungai. Kalau sudah memprihatinkan harus segera ditanami cepat, walaupun memang dampaknya bisa sepuluh tahun yang akan datang,” ungkapnya saat berkunjung ke Posko Tanggap Darurat Bencana di Kantor Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, kemarin (9/10).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Deddy, mendorong lahan-lahan kritis untuk segera ditanami. ”Tidak menutup mata kita bahwa di lahan Perhutani juga ada kerusakan. Malah sekarang muncul masalah perhutanan sosial, bahkan membabat semua hutan,” ujarnya.
Menurutnya, hal yang wajar jika Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengusulkan alih fungsi dari hutan produksi menjadi hutan lindung.
Deddy juga menyoroti persoalan mitigasi bencana yang harus terus diperbaiki. ”Sekarang teknologinya sudah ada alat peringatan dini. Jika sungai meluap sudah ada tanda akan terjadi banjir sehingga masyarakat bisa diungsikan. Nantinya di setiap kecamatan juga ada relawan-relawan mitigasi,” ujarnya.
Banjir yang terjadi di Pangandaran, kata dia, sudah semakin meluas. Tidak hanya terjadi di daerah-daerah langganan banjir. ”Karena itu perlu adanya kajian. Apakah karena lahan hutan kritis,” tuturnya.
Deddy menambahkan banyak tanah di wilayah Jawa Barat rentan terjadi longsor dan pergerakan tanah sehingga penghijauan menjadi salah satu solusi. ”Kondisi hutan di Jawa Barat ini sudah memprihatinkan. Bahkan pemerintah pusat saja memberikan bantuan langsung Rp 200 miliar untuk menyebarkan benih di hulu Sungai Cimanuk dan Citarum,” ungkapnya.
Ia mengatakan jika persoalan kerusakan hutan tidak segera ditangani, bencana banjir dan longsor dapat mengancam ketahanan pangan nasional.
”Jawa Barat ini provinsi yang kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional sangat besar. Bahkan nomor satu,” ujarnya.
Deddy menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Pangandaran maupun instansi terkait yang sudah bahu membahu dalam penanganan bencana.
”Saya melihat penangananya sangat cepat. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi korban jiwa dengan adanya deteksi dini,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, Deddy menyempatkan mencicipi masakan untuk korban bencana di dapur umum Tagana. ”Masakannya sangat enak. Nasinya juga bagus. Luar biasa. Terima kasih para relawan. Semoga menjadi ladang ibadah,” ungkapnya.
Sebelumnya, hujan deras sepanjang malam mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran Sabtu (7/10). Ratusan rumah di 5 kecamatan terendam, sekitar 600 jiwa mengungsi, belasan rumah dan sejumlah jalan tergerus longsor. Sejumlah sungai juga meluap.
Informasi yang dihimpun Radar, di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, banjir merendam sekitar 280 rumah terpusat di Dusun Cikangkung Perum Garden Estetika Dusun Ciokong dan Dusun Cimanggu Desa Cikalong. Sementara di Kecamatan Pangandaran, banjir merendam puluhan rumah di Desa Pananjung, Desa Sukahurip dan Desa Purbahayu.
Di Kecamatan Parigi, dilaporkan banjir juga merendam lebih dari 200 rumah tersebar di wilayah Parigi. Diantaranya, kawasan Pondok Pesantren Babakan Jamanis di Dusun Pasir Kiara Desa Parigi, SD Cintaratu dan Dusun Cijalu, Dusun Patrol RT 02 RW 03 Desa Cibenda, Dusun Sukasari dan Dusun Karangnangka, Desa Bojong.
Di Kecamatan Kalipucang, banjir merendam ratusan rumah di Desa Putrapinggan Dusun Girisetra dan Dusun Pamotan Desa Kalipucang. Sementara di Kecamatan Padaherang, banjir merendam ratusan hektar lahan pesawahan serta puluhan rumah.
Banjir juga mengakibatkan longsor di sejumlah wilayah. Diantaranya, 6 titik di sepanjang Jalan Kalijati mengakibatkan akses jalan terputus. Merusak 1 rumah milik Rusman di Dusun Sangkanbawang RT 019/ RW 008 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih. Longsor juga merusak 3 rumah warga di Dusun Sentul RT 05 RW 02 Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang. (nay)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.