Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.3%

70.3%

Banjir Sukaresik Tasik Belum Surut, Area Pemakaman Ikut Tergenang

107
0

KABUPATEN TASIK – Sudah dua hari ini genangan air merendam sekitar 500 rumah dari 4 kedusunan di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Banjir yang terjadi sejak Jumat (19/06) pagi dan masih terjadi hingga Sabtu (20/06) pagi. Bahkan, ketinggian air semakin bertambah.

Bukan hanya ratusan rumah dan puluhan hektar area pertanian saja yang terendam, namun areal pemakaman juga turut kebanjiran.

Pemakaman yang terdampak banjir itu berada di Kedusunan Cicalung.

Akibatnya, gundukan tanah pemakaman tidak terlihat lagi. Genangan air berwarna coklat menutupi area pemakaman hanya tinggal terlihat pepohonan.

Sedangkan rumah yang terendam air banjir berkisar 30 centimeter hingga 1 meter.

Salah seorang warga setempat, Ginanjar (35) mengatakan, banjir sudah rutin terjadi tiap tahun termasuk merendam pemakaman.

Namun saat ini air sudah sedikit surut, sehingga terlihat nisan pemakaman.

ratusan makam yang berada di kawasan tersebut itu terendam banjir. Semuanya tergenang banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Ada juga makam yang hanya tergenang saja.

Menurutnya, kalau hujannya besar pasti area pemakaman tersebut terendam, karena tidak jauh dari Sungai Citanduy.

Upaya penanganan dengan membangun saluran kata dia tidak terlalu efektif karena sudah seharusnya dilakukan relokasi.

“Karena sering kejadian ketika ada warga yang meninggal dunia, terpaksa harus menunda penguburan karena pemakaman terendam banjir. Masih mending jika air cepat surut, tapi kalau waktu surutnya lama maka jenazah harus disimpan dulu,” terangnya.

Kepala Desa Tanjungsari, Amas menuturkan, dalam musim penghujan ini sudah berkali-kali wilayahnya direndam banjir, bahkan dalam sepekan ini juga sudah dua kali.

Berita terkait : 4 Kampung di Sukaresik Tasik Kembali Terendam Banjir yang ke-5 di Tahun 2020

Berkali-kali juga warga mengalami kerugian materi karena harta bendanya rusak terendam air.

“Banjir sekarang lebih parah. Sebelumnya, air cepat surut. Namun sekarang air menggenang lebih lama dan lebih lama surutnya,” tuturnya.

Jelas Amas, pihaknya berharap adanya ketegasan dan tindakan konkret dari pemerintah, untuk mengendalikan banjir di Desa Tanjungsari. Karena dengan kondisi seperti ini, warga terus dihantui ketakutan dan mengalami kerugian.

Adapun upaya pemerintah selama ini dalam melakukan pembangunan dinilai bukan solusi tepat untuk mengatasi banjir.

Pasalnya, meski sudah dibangun tanggul namun banjir masih kerap terjadi.

“Kami sudah sering menyampaikan atau melaporkan, serta meminta tindakan konkret. Tidak salah adanya tanggul, agar air tidak meluap. Namun yang harus jadi pertimbangan perlu adanya normalisasi juga,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.