Banjir Sukaresik Tasik Makin Parah, Wilayah Terendam Banjir Meluas jadi 3 Dusun

327
0

KABUPATEN TASIK – Banjir luapan air Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy makin parah.

Kali menjadi ini 3 dusun terendam air, yaitu Dusun Mekarsari, Bojongsoban dan Hegarsari, Minggu (23/02) siang.

Ketiga wilayah masih di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Berita terkait : Lagi, Minggu Dini Hari Banjir Terjang Warga Sukaresik Tasikmalaya

Pantauan radartasikmalaya.com di lokasi hingga pukul 12.30 WIB, tinggi air kini ada yang mencapai 1 meter.

Bahkan, di Jalan Ciumbi-Bojongbenteng, puluhan roda dua (motor) mogok setelah dipaksa pengendarannya menerobos banjir.

Berita terkait : Hingga Siang, Ratusan Rumah Warga Sukaresik Tasikmalaya Masih Terendam Banjir

Tinggi air banjir sendiri hingga kini telah menutupi knalpot motor dan setinggi jok motor.

Beberapa anak-anak warga sekitar lokasi bahkan turun-tangan membantu motor yang mogok itu dengan cara mendorongnya ke daratan yang lebih tinggi.

Sementara itu, kendaraan roda empat serta truk-truk kayu yang melintasi jalan tersebut, terpantau tak ada yang mogok.

Hanya saja para sopir dengan hati-hati mengemudikan kendaraannya agar jangan sampai mesinnya mati ketika di tengah jalan yang digenangi air banjir tersebut.

Kepala Desa Tanjungsari, Amas menegaskan banjir tahunan ini selalu saja terjadi akibat kedua sungai yang menjadi sumber banjir, khususnya Sungai Citanduy yang tak kunjung dilakukan pengerukan.

“Ini dampak banjir karena permintaan masyarakat tak dipenuhi pihak BBWS yang ada di wilayah Citanduy. Jadi permintaan kami agar dilakukan pengerukan,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir.

“Karena banyak terjadi pendangkalan-pendangkalan di sungai tersebut. Apalagi banjir ini bukan kali pertama dialami masyarakat, khususnya warga Desa Tanjungsari,” sambungnya.

Dia pun mempertanyakan mengapa yang dilakukan pihak terkait di wilayahnya hanya sosialisasi dan normalisasi sungai saja.

“Sedangkan tindakan yang dibutuhkan masyarakat adalah tidak mengalami banjir yang sudah setiap tahun terjadi,” tegasnya.

Apalagi di bulan ini Tanjungsari sudah dua kali kebanjiran. “Dan air banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan banjir perdana di 2020 ini. Rumah yang terdampak banjir hingga kini masih ratusan rumah di 3 dusun. Yaitu Dusun Mekarsari, Bojongsoban dan Hegarsari,” terangnya.

Sawah yang tergenang banjir kali ini, beber dia, hampir 50 hektare di 2 kedusunan. Namun yang paling ditakutkan dia adalah curah hujan yang terjadi saat ini belum begitu besar tetapi air banjirnya sudah dahsyat.

“Apalagi saat di akhir Februari atau awal Maret. Takutnya hunan makin deras dan mungkin banjir makin besar. Kemarin saja awalnya banjir hanya 30 centimeter. Sekarang ada yang sampai 1 meter kedalamannya di Dusun Bojongsoban,” bebernya.

Walaupun demikian, tambah dia, saat ini masyarakat tetap tenang dengan adanya banjir ini. Karena sudah kebiasaan masyarakat Tanjungsari menghadapi banjir dengan tangguh.

“Tapi saya sebagai kades mengkhawatirkan banjir yang akan datang. Takutnya lebih para dari banjir kali ini. Walaupun warga belum ada yang mengungsi dan masih tinggal di rumahnya masing-masing,” tambahnya.

Bahkan, jelas dia, masih bisa memasak di rumahnya setelah terbiasa banjir sengan ditinggikan lantai rumahnya. “Kami tetap siaga bersama RT, RW setempat, Koramil, BPBD dan pihak Kepolisian,” jelasnya.

Disinggung bantuan untuk warganya yang terdampak banjir, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak kecamatan saat banjir pertama di 2020 kemarin dan mengajukan bantuan ke Dinsos. “Tapi hingga kini belum ada bantuannya salam sekali,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.