Banjir Sukaresik Tasik tak Kunjung Surut, 300 KK Terdampak

32
0
radartasikmalaya.com
Aparat TNI dan Polri meninjau banjir yang melanda Sukaresik, Kamis (14/01) pagi. istimewa for radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Banjir yang menerjang permukiman warga di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, tak juga surut hingga, Kamis (14/01) pagi.

Sebaliknya, air yang masuk permukiman warga saat ini semakin tinggi.

Hal itu diakui Kepala Desa Tanjungsari, Amas.

Kata dia, banjir yang terjadi sejak Rabu (13/01) pagi itu sempat surut pada siang hari.

Namun, setelahnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Akibatnya, air dari Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy kembali meluap.

“Hujan lagi, air masuk lagi ke permukiman warga,” katanya kepada wartawan.

Terang dia, warga yang terdampak banjir susulan saat ini lebih banyak dibandingkan Rabu pagi.

Ia menyebutkan, banjir yang terjadi pada Rabu pagi hanya berdampak kepada sekira 40 kepala keluarga (KK).

Namun pada Kamis dini hari diperkirakan terdapat 300 KK yang terdampak banjir.

“Ketinggian air sampai 70 centimeter,” terangnya.

Amas menambahkan, saat ini petugas dan masyarakat masih terus siaga.

Dikhawatirkan air akan semakin tinggi masuk ke permukiman lantaran hujan masih terus terjadi. “Takutnya air naik lagi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini mulai menyebabkan bencana banjir di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelumnya, Rabu (13/01) dini hari, ratusan rumah warga di Kecamatan Sukaresik kembali direndam air banjir luapan dari Sungai Cikidang dan Citarum.

Pantauan radartasikmalaya.com di lokasi, ketinggian air hingga Rabu sekira puk 09.00 WIB mencapai lutut orang dewasa.

Seperti di Desa Bojong Soban, Sukaresik, warga yang tinggal di dataran rendah terpaksa mendapati rumahnya direndam air banjir.

“Setahun 3 kali banjir kang. Saya sempet beres-beres tadi jadi barang-barang aman, Alhamdulillah,” ujar Ali (31), warga Bojong Soban di lokasi banjir.

Terang Ali, banjir yang kerap melanda Sukaresik ini dipastikan dia dalam setahun terjadi 3 kali. Karena sudah rutin terjadi.

“Barang-barang aman kang, karena dinaikkan ke lokasi yang lebih tinggi. Kita sudah cepat antisipasi karena sudah rutin banjir tiap tahunnya,” terangnya.

Namun, keluh dia, hingga kini belum ada solusi konkrit untuk mengatasi banjir tahunan di Sukaresik dari pemerintah.

Padahal warga sudah bosan tiap tahun mengalami kebanjiran.

“Surutnya sekitar 2 sampai 3 hari. Belum ada solusinya kang. Sebelum ada benteng mah sempat cepat surutnya. Sekarang jadi gampang naik airnya tapi susah surutnya,” tambahnya.

Jelas dia, air banjir dari Sungai Cikidang dan Citarum ini membuat ratusan rumah warga terendam air banjir. Apalagi dialami warga setempat setiap tahun.

“Warga yang terdampak banyak, ada ratusan rumah. Tak hanya di sini (Bojong Soban). Ada di Cicalung juga, ya tersebar,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.