Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.4%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

Bank Harus Segera Pangkas Suku Bunga Kredit

37
0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) meminta dengan tegas kepada bank untuk segera memangkas suku bunga kredit. Pihaknya menilai, hal tersebut harus dilakukan agar sejalan dengan penurunan suku bunga acuan BI.

Kebijakan moneter BI selama 2019 ini yakni menurunkan suku bunga acuan hingga 4 kali dalam satu tahun dan kini turun 100 basis poin (bps) menjadi 5 persen. BI juga telah menurunkan angka giro wajib minimum (GWM) atau besaran uang muka (down payment) sebesar 100 bps.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meminta, perbankan harus mulai menurunkan suku bunga, terutama suku bunga simpanan, sementara penurunan suku bunga kredit terbatas.

“Dengan kebijakan BI akomodatif, kami harapkan perbankan mempercepat penurunan suku bunga dan penyaluran kredit,” kata Perry, Sabtu (30/11).

Menurut Perry, kebijakan moneter tersebut dapat memastikan kecukupan likuiditas dan menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. Terlebih lagi, operasi moneter memastikan kecukupan likuiditas. Stabilisasi nilai tukar sesuai dengan mekanisme pasar.

Kendati demikian, dalam mempertahankan perekonomian Indonesia dalam gejolak ekonomi global, pihaknya akan mencermati perkembangan ekonomi domestik, dengan pemberian kebijakan moneter yang disesuaikan dengan tantangan ekonomi Indonesia ke depannya.

“Ke depan kami akan mencermati perkembangan ekonomi domestik dan global. Dengan memanfaatkan masih terbukanya ruang kebijakan moneter yang akomodatif. Untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendorong momentum pertumbuhan,” tuturnya.

Menanggapi permintaan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjelaskan bahwa penurunan suku bunga kredit tak bisa sertamerta dilakukan langsung setelah suku bunga acuan diturunkan. Untuk menurunkan suku bunga ini, bank perlu menyesuaikan dengan jatuh tempo liabilitas yang dimilikinya.

“Kita masih punya liabilitas yang jatuh temponya satu bulan ketika suku bunga turun hari ini, artinya itu masih butuh transmisi dan butuh waktu,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Panji Irawan juga berpendapat, penurunan suku bunga harus mempertimbangkan cost of fund bank dan persaingan antar bank. Setelah cost of fund turun, maka barulah Mandiri akan mengikuti dengan menurunkan tingkat bunga kreditnya.

“Kita manage cost of fund-nya kita tekan biayanya. Sama kemarin saya bilang pas PE kita punya Rp 20 triliun bond jatuh tempo, itu SUN variable rate. Begitu dia sudah cair, jadi uang tunai yang tidak ada bunganya itu mengobati sekali struktur cost of fund kami,” kata dia.

Tak jauh berbeda, Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Tigor Siahaan mengatakan bahwa tingkat bunga deposito saat ini masih cukup tinggi dengan tenor yang masing-masing berbeda. Bank ini berjanji akan menurunkan tingkat bunga jika bunga deposito sudah bisa diturunkan.

“Tapi secara umum kita sesuaikan, bukan cuma dari pinjaman tapi dari deposit juga, tapi orang banyak nggak mau deposito turun bunganya,” tutur dia.

Sementara Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), Ario Bimo menyebutkan, saat ini cost of bunga masih cukup tinggi di level 3,2 persen.

Targetnya di akhir tahun ini, perusahaan akan menurunkan tingkat biaya ini untuk memantapkan penurunan tingkat bunga kredit yang disalurkan perusahaan.

“Kita sekarang lagi turun dulu pelan-pelan kan kemarin 3,2 persen. Kita lihat pelan-pelan. Kalau cost of fund turun kita baru berani nurunin bunga kredit,” tutur dia. (der/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.