Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Bansos untuk Awak Angkutan di Ciamis Belum Terealisasi

61
0
MENGELUH. Elon, sopir bus Aladdin mengaku belum pernah menerima bantuan dari dampak Covid-19 dan mengeluh saat ini kondisi penumpang sepi, Jumat (26/6). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Berbagai bantuan sudah diturunkan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Namun, bantuan sosial untuk para awak angkutan belum ada realisasi.

Padahal mereka sangat terdampak total ketika angkutan dihentikan dalam PSBB.

Baca juga : Angka Perceraian di Ciamis Meningkat

Direktur PT Sinar Aladdin Putra Ciamis  Adhi Vieri SH mengaku sejauh ini bantuan sosial untuk awak angkutan yang terdampak Covid-19 belum turun juga.

Padahal pengajuan itu sejak bulan April 2020, di mana anggota yang diajukan itu kurang lebih sekitar 90 orang untuk mendapatkan bantuan.

“Kami tidak pernah menuntut soal bentuk bantuannya, apakah uang atau sembako yang penting ada perhatian dari pemerintah kepada awak angkutan yang benar-benar terdampak total karena Covid-19,” katanya.

Menurutnya, kata dia, yang paling membingungkan selain belum cairnya bantuan bagi awak angkutan adalah aturan ketika armada ini kembali beroperasi di tengah pandemi.

Di mana aturan yang memberlakukan PSBB, angkutan umum harus mengangkut 50 persen penumpang. Namun, Peraturan Menteri Perhubungan justru memperbolehkan angkutan menarik 100 persen penumpang. “Ya jelas sangat membingungkan bagi kami,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Drs H Endang Sutrisna MSi mengatakan, sampai saat ini pihaknya tidak mengoordinasi terkait bansos untuk pengusaha atau awak angkutan, karena terlalu banyak.

“Jadi didatanya oleh pihak RT masing-masih setiap desa yang terdampak,  karena pihaknya tidak mau tumpang tindih mitra bantuan ke Dishub atau yang lainnya,” katanya.

Baca juga : Si Abah Penghuni Gunung Sawal Ciamis Dikarantina, Warid: Tak Akan Makan Manusia

Elon (45), salah satu sopir bus Aladdin mengaku saat corona semua sopir berhenti total karena PSBB, bantuan ditunggu-tunggu tidak ada.

“Sekarang sudah kembali kerja tidak ada juga, jadi bingung juga dengan bansos ini tidak ada sama sekali. Saya terdampak corona bantuan tidak ada,” katanya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.