Bantuan Covid Tak Merata, Ratusan Seniman di Ciamis Selatan Menjerit

146
0

CIAMIS – Kurang meratanya penyebaran bantuan di masa New Normal ini masih saja dirasakan masyarakat.

Sekitar 100 orang seniman tradisional di Ciamis Selatan mengaku tidak tersentuh bantuan Covid-19 (Corona).

Hal itu dibenarkan Nana Setia Permana, Pimpinan Rombongan Sanggar Seni Galih Pakuan Dua Suryalaga, Kecamatan Banjarsari.

Kata dia, dampak Corona ini sangat berpengruh besar terhadap aktivitas seniman tradisional.

Karena dampak Corona, ekonomi saat ini sangatlah terpuruk,  hingga tidak ada order sama sekali.

“Sebetulnya seniman tradisional itu perekonomianya di bawah garis kemiskinan, apalagi dengan penghasilan seminiman tanpa ada pekerjaan lain tentunya sangat terasa sekali,” ujar Nana yang dikenal Nana Surya Muda kepada radar, Minggu (19/07).

Nana menerangkan, di hari hari biasa, sanggar seni yang dirintisnya sejak tahun 1991 itu tak pernah sepi order tiap bulannya.

Bahkan, bisa manggung di hajatan atau pernikahan sebanyak 11 kali dalam sebulan, dengan omset sekitar Rp40 juta.

Namun, keluh dia kini akibat Covid membuat pihaknya terpuruk. Sama sekali tidak ada yang ngorder karena hajatan atau acara pernikahan dilarang berkerumun. Padahal sanggar seninya sekali tampil diikuti sekitar 15 orang.

“Kasian lah bagi rekan-rekan kami sangat membutuhkan bantuan. Semua seniman di Ciamis Selatan sekitar 100 orang terdampak,” keluhnya.

Malahan, tegas dia, seniman di selatan teutama di Kecamatan Banjarsari tidak tersentuh bantuan.

Beruntung kalau seniman daerah utara seperti Rancah dan Cisaga ada yang dapat bantuan.

“Harapannya kepada pemerintah yang bantu kami baik moril atau materil, sehingga kami dalam posisi ini sedikit diakui serta terbantu,” tegas Nana yang juga guru seni di SMP Banjarsari.

Kondisi itu dibenarkan seniman lainnya, Uju Supatman. Dia selalu tampil bersama sanggat seni yang dipimpin Nana.

Karena pandemi Covid dan tak ada order, pendapatan ekonomi dia juga terdampak.

“Saya keseharian makan juga sulit karena tidak ada sampingan. Makanya untuk menyambung hidup ya saya bertani. Harapan kami ada perhatian dari pemerintah,” harapnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.