Yayasan Mentari Hati Akan Tempati Bangunan Baru

Bantuan dari Donatur Rahasia Mencapai Rp 8,5 Miliar

193
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA SEDANG DIBANGUN. Bangunan untuk Yayasan Mentari Hati, sumbangan dari donatur rahasia masih dibangun di Jalan Letjen Mashudi, Tamansari Kota Tasikmalaya Jumat (30/11).

Yayasan Mentari Hati akan memiliki tempat permanen untuk merawat orang dengan gangguan jiwa. Kini mereka tengah membangun. Dananya, dari bantuan asal Tasikmalaya sebesar Rp 8,5 miliar. Sang dermawan itu minta identitasnya dirahasiakan.

Rangga Jatnika, Tasikmalaya

Tak biasanya Ketua Yayasan Mentari Hati Dadang Heryadi tidak di tempat. Saat ditanya, dia sedang memantau sebuah pembangunan tempat untuk Mentari Hati di Jalan Letjen Mashudi Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya Jumat (30/11). Di sana akan menjadi tempat baru panti rehabilitasi penyandang gangguan jiwa Yayasan Mentari Hati.

Ada lebih dari lima pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan tempat rehabilitasi baru. Pembangunannya baru sebatas fondasi.

Kepada Radar, Dadang menceritakan bagaimana dia bisa membangun tempat rehabilitasi baru tersebut. Pertengahan 2018, tepatnya Ramadan, ada seorang donatur yang memanggilnya. Sang donatur menyanggupi untuk membiayai relokasi Yayasan Mentari Hati. Sang donatur siap membiayai pembelian lahan sampai pembangunannya. Dengan begitu, maka Yayasan Mentari Hati nantinya tidak lagi merawat orang dengan gangguan jiwa di eks Terminal Cilembang. Namun di tempat baru.

Oktober 2018, lahan seluas 2.500 meter persegi sudah siap dan pembangunan langsung di mulai. Diperkirakan pertengahan tahun 2019 bangunan baru sudah siap digunakan.

Dana yang direncanakan untuk relokasi tersebut mencapai Rp 6 miliar untuk pembelian lahan dan Rp 2,5 miliar untuk bangunan. Akan tetapi pihak yayasan dan donatur tidak menutup diri jika ada dermawan yang ingin ikut berkontribusi.

Tentang siapa yang memberikan bantuan, Dadang enggan menyebutkannya. Kerahasiaan itu merupakan amanat dari donatur sebagai bentuk keikhlasan dalam memberi bantuan.

“Hamba Allah saja. Yang pasti orang Tasik,” tuturnya.

Relokasi sudah menjadi impiannya sejak beberapa tahun lalu, tapi baru bisa direalisasikan tahun ini. Antara percaya dan tidak, itulah yang dirasakan oleh Dadang saat ini.

“Pas diberi tahu mau dibantu, semalaman saya enggak bisa tidur saking bahagianya,” katanya.

Niat donatur untuk membantu seolah tidak tanggung-tanggung. Lahan yang dibeli berlokasi di pinggir jalan provinsi. Kualitas pembangunan pun menggunakan spesifikasi yang kokoh. Perbandingannya akan sangat jauh dengan lokasi sekarang di eks terminal Cilembang yang seadanya.

Rencananya di tempat tersebut ada kawasan khusus pasien, klinik, dapur, kantor beserta mess pengurus.

Pihaknya juga akan menyediakan kantin dan musala di bagian depan yang bisa digunakan untuk umum.

Pembangunan tempat baru ini menjadi titik balik perjuangannya menangani para penderita gangguan jiwa yang sudah dilakukan sejak tahun 2007. Rencananya, lahan akan diperluas untuk menyediakan kawasan pertanian dan peternakan.

“Harapan saya ke depannya begitu, jadi untuk pasien yang pulih bisa kita latih beternak atau pun bertani,” ungkapnya.

Untuk kontribusi pemerintah, sampai tahun 2013, Yayasan Mentari Hati mendapat bantuan, meskipun tidak seberapa. Namun selepas 2013, yayasan itu sudah tidak lagi mendapat bantuan meski setiap tahun proposal selalu diajukan. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.