Bantuan dari Kemenag untuk Pontren & Madrasah Garut Diduga “Disunat”

155
0

TAROGONG KIDUL – Sejumlah pengurus pondok pesantren dan madrasah diniyah di Kabupaten Garut mengeluhkan adanya pemotongan ketika bantuan dari Kementerian Agama cair.

“Kami juga ajukan bantuan itu Rp 40 juta. Namun yang kami terima hanya sebagian, karena yang 20 persennya dipotong,” ujar Aziz (30), salah satu pengurus pondok pesantren di Garut kepada wartawan, Rabu (23/9).

Baca juga : Kasus Covid-19 Meningkat, PNS Garut Berlakukan WFH

Menurut dia, bantuan yang diterimanya merupakan bantuan operasional pesantren (BOP). Pemotongan dilakukan oleh salah seorang yang mengaku sebagai pengusung. “Bantuan ini langsung dipotong ketika cair,” ujarnya.

Diungkapkan Aziz, ada beberapa macam bantuan yang didapatkan Garut dari Kemenag. Di antaranya BOP Daring, Madrasah Diniyyah, Taman Pendidikan Alquran, serta pesantren kecil dan sedang.

Hal senada dikatakan Yasin (30), pengurus pesantren lainnya. Menurut dia, bantuan ke pesantrennya juga mengalami pemotongan cukup besar. Mencapai 50 persen.

Loading...

“Bantuan yang kami terima itu Rp 10 juta, dipotong lagi 50 persen,” akunya.

Yasin mengungkapkan pencairan BOP yang diterima pesantrennya dilakukan pihak pesantren melalui kepala dan bendahara pesantren ke bank yang ditunjuk.

Namun setelah dicairkan, bantuan tersebut setengahnya langsung diberikan kepada seseorang yang mengaku koordinator dari salah satu partai politik dengan alasan bantuan itu mereka yang mengusungnya.

Ia menjelaskan awalnya pesantren tak akan memberikan uang bantuan tersebut, tetapi orang itu mengancam tidak akan lagi membantu mengusung.

“Karena awam, pengurus pesantren pun pada akhirnya memilih untuk memberikan setengahnya dari uang bantuan yang telah diterima, sesuai permintaan orang itu,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Garut Enang mengaku tidak tahu menahu soal itu. Bantuan tersebut, disebutkannya sama sekali tak melalui Kemenag Garut, baik awal pengajuannya maupun saat pencairannya.

Baca juga : Jalur Cempaka-Terminal Guntur Garut Diisolasi, Ini Keluhan Ratusan Awak Angkot

“Bantuan yang dimaksud tak melalui kami. Itu pengajuannya langsung oleh pihak pesantren ke Kemenag pusat secara online,” katanya.

Enang mengimbau jika dari pihak pesantren merasa dirugikan dengan ulah oknum-oknum tak bertanggungjawab, maka sebaiknya segera laporkan ke pihak terkait. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.