Bantuan Paket Makanan Kedaluarsa, Dinsos Kota Banjar Dinilai Lalai

29
0

BANJAR – Sejumlah aktivis mahasiswa dan pemerhati pemerintah di Kota Banjar serta anggota DPRD menilai bantuan paket makanan kadaluarsa yang diberikan Dinsos kepada korban bencana di Kecamatan Langensari murni keteledoran pemerintah.

Bahkan, Ketua Fraksi PKS Kota Banjar, Cecep Dani Sufyan menilai bantuan tersebut merupakan bentuk penghinaan.

“Sebab, korban yang sudah mendapat musibah malah ditambah dengan pemberian makanan yang tidak sehat, sudah kadaluarsa itu kan berbahaya. Apalagi makanannya untuk anak-anak,” kata Cecep, Rabu (18/12).

Ia menilai, pemerintah harus mengevaulasi kejadian ini. Bantuan-bantuan makanan yang diberikan kepada para korban bencana harus benar-benar fresh, layak dikonsumsi.

“Seharusnya bantuan itu berupa uang yang nantinya dibelikan barang atau makanan di sini (Banjar, Red) jadi kondisinya segar dan layak dikonsumsi. Intinya atas kejadian ini, kami dari Fraksi PKS menyayangkan dan menyesalkan, bagaimana jika itu menimpa kita, sudah terkena bencana, asa dihinakeun. Sebagai wakil rakyat saya merasakan kekecewaan seperti itu, kemudian Kepala Dinasnya jangan cuci tangan,” tambah dia.

Senada, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, Ramdhani Bin Rasikun menilai, bantuan itu merupakan penghinaan pemerintah kepada warganya.

“Peristiwa bantuan sembako kadaluarsa yang diterima warga langensari merupakan satu bentuk penghinaan terhadap martabat manusia yang tengah dilanda musibah bencana alam. Saya pikir, walikota wajib mengevaluasi internal Dinsos Kota Banjar yang telah lalai dalam pendistribusian bantuan sembako terhadap korban bencana alam. Bahkan bila perlu walikota harus tegas untuk mengambil tindakan dengan mencopot Kepala Dinas Sosial Kota Banjar yang tidak mampu mengurus masyarakat,” papar dia.

Ketua Forum Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki mengatakan, kejadian ini merupakan kecerobohan Dinas Sosial sebagai kepanjangtanganan Kementerian Sosial.

“Dalam hal ini saya sangat menyayangkan sekali kepada Dinsos Kota Banjar yang memberikan bantuan kadaluarsa ini ke korban bencana. Dan ini merupakan kecerobohan dinsos sekaligus saya kira ini sangat menyinggung keluarga korban,” katanya.

Ia menyesalkan, kenapa paket makanan ini luput dari pengecekan petugas Dinsos. Sebab jika keluarga korban (penerima bantuan) tidak menyadari hal ini, maka dikhawatirkan korban bisa keracunan.

“Lalu kemudian kenapa sebelum memberikan kepada pihak korban bencana tidak dicek terlebih dahulu. Dan ini sangat membahayakan dan merugikan kepada pihak korban. Lantaran ketika makanan kadaluarsa ini dimakan oleh pihak korban, bagaimana jika korban keracunan makanan yang kadaluarsa. Siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Ia berharap, kejadian ini tidak terulang lagi sebab selain berbahaya, juga Pemerintah nampak tidak serius dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

“Harapan saya kedepan hal-hal yang seperti ini jangan sampai terulang kembali. Bantuan kepada korban harus dirasakan manfaatnya dengan baik oleh pihak yang menerima bantuan,” jelasnya.

(cecep herdi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.