Bantuan Program Rutilahu Disunat, Kejari Kota Banjar Tetapkan 2 Tersangka

115
0
DITAHAN. Dua tersangka AS dan AP (diborgol) dibawa petugas dari Kejari Banjar. Keduanya diduga melakukan korupsi program tidak layak huni di Kelurahan Sukamukti. Cecep herdi / radar tasikmalaya
DITAHAN. Dua tersangka AS dan AP (diborgol) dibawa petugas dari Kejari Banjar. Keduanya diduga melakukan korupsi program tidak layak huni di Kelurahan Sukamukti. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Kejaksaan Negeri Kota Banjar menetapkan dua tersangka dalam dugaan kasus korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun 2016 di Kelurahan Sukamukti Kecamatan Pataruman. Kedua tersangka berinisial AS dan AP.

Keduanya diduga telah merugikan keuangan negara kurang lebih Rp 224 juta. Nilai itu muncul hasil dari audit Inspektorat Banjar. Keduanya diduga telah memotong jumlah bantuan untuk rehab rumah warga tidak mampu.

“Dua orang yang kami tetapkan sebagai tersangka dan keduanya sudah ditahan, dititipkan di ruang tahanan Mapolres Banjar,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjar Ade Hermawan melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banjar Deady Permana, Jumat (20/11).

Baca juga : Alat PJU di 6 Lokasi di Kota Banjar Raib Dimaling

AS dan AP memiliki peran penting dalam penyaluran bantuan program yang didanai dari APBN sebesar Rp 1,7 miliar tersebut.

“Keduanya dijerat Pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU nomor 31 tahhun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 junto pasal 55 KUHP. Subsidernya pasal 3 dengan junto pasal yang sama,” kata dia.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjar Jonathan Suranta Martua mengatakan keduanya mulai ditetapkan tersangka pada Selasa 17 November 2020. Tak lama setelah pihaknya menggelar ekspose dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Dalam perkara itu, pihaknya mengaku sudah memiliki dua alat bukti untuk menuntut dua tersangka di pengadilan.

“Penetapannya hari Selasa lalu, barang bukti yang kita dapat sudah mencukupi untuk menjadikannya tersangka dan dituntut di Pengadilan Tipikor,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.