Bantuan Provinsi Sudah Disalurkan, Jika Ada Warga Kota Tasik yang Terima Double, Stop & Laporkan

1284
1
LEPAS PETUGAS. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melepas petugas pendistribusian Banprov Jawa Barat bagi penerima bantuan non-DTKS di Gudang Kantor Pos Tasikmalaya Jalan Mayor Utarya Jumat Pagi (15/5). Diskominfo Kota Tasikmalaya

Di tengah pandemi Covid-19 dan Ramadan, masyarakat terdampak wabah sangat berharap uluran tangan. Terutama dari pemerintah, yang sudah menyiapkan alokasi jaring pengaman sosial mulai dari pusat, provinsi, maupun daerah.

Firgiawan, Tasik

Jumat Pagi (15/5), Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melepas armada pendistribusian Bantuan Provinsi Jawa Barat, bagi 35.243 Kepala Keluarga (KK), yang terdata sebagai penerima banprov non-DTKS di Kantor Pos Tasikmalaya.

Baca juga : Pasien Covid-19 di Kota Tasik tak Terima Dijemput Paksa

Hal itu merupakan salah satu upaya bahwa negara hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Gugus Tugas Covid-19 tengah berjibaku semaksimal mungkin mencegah penyebaran wabah Covid-19, di sisi lain dihadapkan dengan dampak sosial dan ekonomi dari pandemi.

“Maka dari itu, pemerintah telah memberikan dukungan sosial yang terbagi antara Pemerintah Pusat melaui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya,” ujar Budi saat memberikan sambutan pada pelepasan armada pendistribusian bantuan.

Berkaca dari pendistribusian bansos Kota Tasikmalaya bagi sebanyak 17.590 KK. Hanya 527 saja, data penerima bantuan non- DTKS yang double.

Penerima tersebut juga merupakan penerima bantuan dari program lain semisal PKH atau BPNT. Bantuan non DTKS dikhususkan bagi mereka yang terdampak sulitnya perekonomian di masa pandemi.

“Kita evaluasi dari 17.590 KK non- DTKS dari Pemkot, hanya 527 saja yang double.

Rekan-rekan dari petugas pos dan ojek online kalau ternyata di lapangan menemukan penerima double bantuan, sudah stop saja. Tidak boleh ada yang menerima double bantuan ini.” tuturnya.

Diharapkan para petugas pendistribusian turut serta memberikan informasi dan edukasi ketika menemukan adanya warga yang menerima bantuan double.

Sebab, banyaknya sumber bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi sampai Pemerintah Daerah.

“Saya pesan kepada para petugas untuk menjaga keselamatan dan menerapkan protokol kesehatan selama bertugas. Pakai masker, helm termasuk physical distancing tetap dijaga.” kata Budi.

Bantuan dari Pemprov Jawa Barat itu berupa sembako dan uang tunai, dengan total senilai Rp 500 ribu per keluarga.

Total bantuan non-DTKS yang bakal digulirkan pemerintah dari level pusat sampai daerah, sebanyak 103 ribu KK.

“Kemensos nanti paling banyak, kita tunggu saja dan mohon masyarakat bersabar. Kalau yang sudah terdata tapi sekarang belum dapat, mungkin masuk kelompok bantuannya yang dari Kemensos,” ucapnya.

Pihak Kantor Pos Tasikmalaya yang mendapat amanat mendistribusikan bantuan, menargetkan pelaksanaan distribusi selesai sekitar 8 hari.

Dilaksanakan sejak 14 sampai dengan 20 Mei 2020 dan dilakukan secara bertahap per kecamatan.

Baca juga : Lagi, Densus 88 Geledah Tempat Futsal di Kawalu Kota Tasik, Ini yang Ditemukan..

Rinciannya Kecamatan Tawang 2.632 KK, Indihiang 2.300 KK, Cihideung 3.881 KK, Cipedes 4.606 KK, Purbaratu 2.357 KK, Bungursari 3.106 KK, Cibeureum 5.429 KK, Kawalu 3.858 KK, Tamansari 3.040 KK, dan Mangkubumi 4.034 KK.

“Tahap Non DTKS ini penerimanya berbeda, harap rekan gojek tahu. Jangan sampai orang yang sudah dapat banprov DTKS yang lalu, Bansos Pemkot, PKH, BPNT menerima kembali,” pinta Kepala Kantor Pos Tasikmalaya Akbar Anugrah Adipasa. (*)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.