Bantuan Rp600 Ribu per KK dari Pusat untuk 9.500 KK di Pangandaran Mulai Cair

1619
2

PANGANDARAN – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wawan Kustaman SPd MM mengatakan, bantuan langsung tunai (BLT) desa dari pemerintah pusat kepada penerima manfaat mulai diterima.

Jumlahnya kurang lebih 9.500 kepala keluarga (KK) dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Ya sekarang sudah turun bantuan untuk 9.500 KK penerima bantuan langsung tunai tersebut selama tiga bulan dari pemerintah pusat,” katanya kepada Radar, Selasa (5/5).

Bantuan ini, kata Wawan, merupakan wujud negara hadir kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, setiap warga yang sudah terverifikasi terdampak langsung Covid-19 mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 600.000 per kelurga sampai Juni.

Namun, supaya adil pihaknya terus mengusulkan kembali ingin di angka 14.000 KK yang mendapatkan BLT tersebut, sehingga masyarakat yang mendapatkannya rata.

“Mudah-mudahan bisa ditambahkan BLT-nya sehingga dapat ter-cover lagi (untuk membantu warga terdampak langsung Covid-19, Red),” katanya.

Selain itu, kata Wawan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran secara langsung ingin memberikan bantuan merata sehingga sudah menerima dari DTKS seperti BLT, PKH, BNPT dan bantuan sembako Provinsi Jabar tidak akan menerima bantuan luar DTKS.

Maka saat ini yang belum mendapatkan dari penyaluran bantuan dari DTKS akan ter-cover dengan program kedua voucer sembako seharga Rp 150.000.

“Untuk pemberian voucher kedua program dari kabupaten akan distribusikan satu minggu sebelum lebaran,” ujarnya.

Target, tambah dia, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang mengusahakan agar mencapai 29.000 KK yang mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial baik dari DTKS dan non DTKS.

“Sehingga dapat menstimulasi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menjelaskan, dalam menjamin jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak langsung Covid-19 di Kabupaten Pangandaran memiliki beragam pintu bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Mulai dari PKH, BPNT, BPNT Perluasan, Bakti Sosial Provinsi Jabar dan bantuan langsung tunai (BLT) Kemensos.

“Bantuan pertama untuk voucer sembako sudah terlaksana sebanyak 112.341 KK dan Bantuan Sosial Provinsi Jabar sebanyak 2.220 KK. Saat ini untuk BLT dari bantuan pusat sedang berjalan sebesar Rp 600.000 yang melalui data dari DTKS,” ujarnya.

Selain itu, Jeje berharap pembagian voucer kedua pihaknya akan meluncurkan sebelum Idul Fitri.

“Saya ingin melaksanakan pembagian voucer sembako H-5 sebelum lebaran dengan nilai yang sama dan kualitas lebih bagus,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Maff sebelumnya ,kenapa ko di daerah putrapinggan legokulur pembagian sembako nya gak adil gak rata, cuma sebagian orang saja, dan pembagian uang 600rb katanya per KK ko cuma beberapa orang saja itu gimana pak ,kan semuanya juga terdampak korona ko gak adil semoga bisa diadili seadil2nya terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.