Bantuan Rutilahu Perlu Dirumuskan Lagi

27
WAWANCARA. Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya Moh Iin Nusbihin diwawancara di ruangannya.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Bantuan Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu) yang bukan ditujukan untuk masyarakat miskin perlu dirumuskan lagi. Prioritas idealnya ditujukan untuk warga tak mampu.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Soegandar. Dia lebih setuju jika masyarakat yang dibantu dalam program rutilahu adalah masyarakat yang benar-benar miskin.

“Saya lebih setuju jika sasarannya itu diprioritaskan ke warga miskin,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Jumat (19/10).

Maka dari itu, bantuan rutilahu tersebut menurutnya perlu dirumuskan kembali supaya bisa mengakomodir masyarakat yang benar-benar miskin. “Eksekutif (pemkot) harus merumuskan mekanisme itu kembali,” tuturnya.

Berbeda dengan Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi. Menurut dia, orang yang berpenghasilan rendah masuk dalam kategori warga miskin. Sehingga tidak ada masalah soal sasaran dari bantuan rutilahu. “Itu kan hanya beda penyebutan saja, sama saja itu (berpenghasilan rendah) juga miskin,” katanya.

Faktanya, kata Heri, penerima bantuan stimulan rutilahu juga banyak warga yang benar-benar miskin. Karena tidak sedikit penerima yang kesulitan mencari tambahan dana untuk menyelesaikan perbaikan rumahnya.

“Karena zaman sekarang Rp 15 juta tidak mungkin bisa memperbaiki rumah sepenuhnya, karena itu bantuan stimulan,” katanya.

Kasi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya Moh Iin Nusbihin mengatakan bahwa sasaran program bantuan pemerintah biasanya memang diambil dari 40 persen rumah tangga dengan penghasilan terendah, termasuk rutilahu. Sedangkan perhitungan BPS, masyarakat miskin makro terhitung 14,8 persen. “Jadi acuan bantuan pemerintah adalah yang 40 persen, bukan yang 14 persen,” terangnya.

Dari data BPS 2017, tercatat ada 97.851 jiwa yang masuk kategori miskin dengan pendapatan per bulan Rp 416.837. Jumlah tersebut memang mengalami perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. “Pendapatan itu bukan berarti hasil usaha, tapi juga termasuk pemberian,” terangnya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.