Bantuan tak Merata, Warga Kota Banjar Protes

854
1
BANTUAN. Salah satu warga di Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menerima bantuan paket sembako dan uang tunai Jumat (1/5).
BANTUAN. Salah satu warga di Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menerima bantuan paket sembako dan uang tunai Jumat (1/5).

BANJAR – Penyaluran bantuan uang tunai Rp 150 ribu dan sembako senilai Rp 350 ribu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menuai protes. Warga protes karena masih banyak yang tidak menerima bantuan namun sama-sama terdampak Covid-19.

“Saya belum menerima, kemarin ada lihat yang mengantar paket sembakonya kirain untuk saya. Ternyata bukan,” kata Yani Raini, warga Kecamatan Banjar Jumat (1/5).

Hal senada dikatakan Arum, warga Kecamatan Pataruman. Ia mengaku sudah tidak bisa berjualan di lingkungan sekolah pasca Covid-19 mewabah di Kota Banjar. Karena siswa sekolah sudah dirumahkan.

“Kirain pembagiannya akan merata. Iyeu mah kur ngabibita hungkul. Abdi ge sami tos bingung kedah milarian acis kangge meser emam kamana. Tos teu dagang di sakola ayeuna mah da tos tutup sakolana ge,” keluhnya.

Andi Maulana, warga Kecamatan Purwaharja lainnya berharap ada bantuan datang lagi pemerintah. Ia meminta pendataan tepat dan tidak pilih kasih.

“Karena dengan dampak Covid-19 ini, yang tadinya memiliki penghasilan tetap jadi pengangguran dan butuh bantuan,” kata dia.

Loading...

Baca Juga : Kisah Pasien PDP Sembuh, 18 Hari di Ruang Isolasi RSUD Kota Banjar

Salah seorang juru parkir, Asep (40) mengaku dampak dari Covid-19 cukup berpengaruh terhadap pendapatan parkir.

“Biasanya dapat Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu per hari, namun itu pun tergantung banyaknya kendaraan yang di parkir,” ujarnya.

Kata dia, penghasilan biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan di rumah. Namun berbeda ketika merebak wabah Covid-19.

“Kami juga sama seperti yang lain, ingin diperhatikan. Kalau kita tidak kerja jadi juru parkir, darimana buat makan dan lainnya,” ungkapnya.

Juru parkir lainnya Dayat (45) berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Yang data harus peka, mana seharusnya yang dapat bantuan dari pemerintah. Jangan yang punya kendaraan bagus, rumah bagus dapat. Sementara kita tidak, kan sangat miris,” tuturnya.

Kepala Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Saefudin melalui Bidang Perdagangan Mamat Rahmat mengatakan penyaluran bantuan sebanyak 1.089 paket sembako berupa uang tunai Rp 150 ribu dan makanan pokok senilai Rp 350 ribu.

Baca Juga : 4 PDP Kota Banjar Meninggal, 2 Pasien Positif Covid-19 Sembuh

Bantuan jumlahnya terbatas. Jika ada warga yang merasa perlu menerima dan tidak kebagian maka bisa lapor ke Dinsos untuk diusulkan.

“Paket bantuan bagi warga yang tedampak Covid-19 berjumlah 1.089 paket. Kami sebagai instansi yang mengawasi dan memonitor supaya bantuan itu tersalurkan dengan baik ke penerima. Kalau soal keluhan itu bisa disampaikan ke Dinsos, apalagi soal data yang tidak masuk di penerima bantuan,” kata Mamat.

Ia menjelaskan bantuan sendiri hingga saat ini sudah disalurkan selama dua hari. Di Kecamatan Pataruman dan Purwaharja, bantuan sudah tersalurkan semua.

Sedangkan di Banjar sudah hampir semua. Kemudian di Kecamatan Langensari sedang didistribusikan.

“Ditargetkan minggu ini selesai,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Dinas KUKMP Kota Banjar Tatang Nugraha mengatakan kuota untuk penerima bantuan tahap pertama di Kecamatan Banjar sebanyak 433 paket untuk kepala rumah tangga sasaran (KRTS).

Kecamatan Pataruman sebanyak 252 KRTS, Kecamatan Purwaharja sebanyak 227 KRTS. Sedangkan di Kecamtan Langensari sebanyak 177 KRTS.

“Itu jadi jumlahnya 1.089 paket bantuan untuk empat kecamatan pada tahap pertama ini,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Asep Tatang Iskandar mengatakan penerima bantuan dari provinsi saat ini merupakan warga yang terdampak Covid-19 dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah dalam program yang lainnya.

“Kita masih menemukan data penerima ganda, karena ini merupakan database pusat. Kita terus memverifikasi data dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk menghindari data penerima ganda,” kata Asep. (cep/nto)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Kalau bantuan pembagian pilih kasih lebih baik jangan ada bantuan dari pada iri yg tidak dapat bantuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.