Bantuan untuk Korban Banjir Bandang & Longsor di Garut Selatan Berdatangan

103
0
BANTUAN. Kepala SMKN 2 Garut Dadang Djohar Aripin menyalurkan bantuan. yana taryana / rakyat garut

BANTUAN logistik untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di wilayah selatan Garut terus berdatangan. Selain datang dari perorangan, intansi dan pedagang pasar, juga datang dari pihak sekolah di Kabupaten Garut.

Seperti dari SMKN 2 Garut. Sekolah tersebut menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga yang terdampak di Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet.

Baca juga : Pilbup Tasik, Azies Tambah Kekuatan Baru

“Bantuan ini kami salurkan langsung ke warga terdampak, supaya bisa langsung digunakan,” ujar Kepala SMKN 2 Garut Dadang Djohar Aripin kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, bantuan yang diberikan berupa paket sembako. “Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat terdampak,” terangnya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Kabupaten Garut, Asep Mulyana mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan berupa puluhan dus mi instan, minyak goreng dan bahan pokok lainnya untuk korban bencana. “Bantuan ini dari para pedagang Pasar Samarang,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan, kata dia, bukan hanya satu hari, tapi akan dilakukan beberapa kali.

“Kita akan mencoba mengetuk para pedagang di beberapa pasar lainnya untuk memberikan bantuan seperti ini,” katanya.

Asep berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Firman Karyadin mengatakan terus melakukan pendataan warga terdampak banjir bandang.

Sebab, data yang ada saat ini baru berdasarkan laporan dari desa dan kecamatan. “Kita masih terus melakukan assessment,” kata dia di posko bencana Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Selasa (13/10).

Tak hanya mendata korban terdampak, BPBD juga melakukan pendataan rumah warga yang rusak akibat banjir bandang. Data kerusakan nanti akan disampaikan ke pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan data terakhir dari BPBD Kabupaten Garut, banjir bandang berdampak ke tiga kecamatan, yaitu Pameungpeuk, Cibalong dan Cikelet. Sebanyak 992 KK di Pameungpeuk dan 127 KK di Cikelet.

Baca juga : Untuk Belajar Ini, Pemkab Garut Kunjungi Tanggamus Lampung

Di Kecamatan Pameungpeuk, sebanyak 35 unit rumah dilaporkan rusak ringan, 20 unit rusak sedang dan tujuh unit rusak berat. Selain itu, banjir juga membuat satu masjid rusak ringan, satu sarana pendidikan rusak ringan, dan tiga jembatan gantung rusak berat.

Sementara di Kecamatan Cikelet, banjir bandang menyebabkan satu tembok penahan tebing rusak, sawah terendam, dan abrasi tanah di bantaran sungai. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.