Banyak Bantuan APD Covid-19 ke RSUD Kota Tasik Tak Sesuai Standar

104
0
radartasikmalaya.com
Wakil Dirum RSUD dr Soekardjo, Deni Diyana

KOTA TASIK – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 hingga kini terus mengalir ke RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Namun, banyak dari APD hasil donasi itu yang tak sesuai standar. Sehingga, pihak RSUD terkadang ketika stok APD menipis harus tetap belanja.

Wakil Direktur Umum RSUD dr Soekardjo, Deni Diyana mengatakan, semenjak kasus terkonfrmasi positif Covid-19 terjadi sejak Maret lalu, bantuan donasi APD sangat banyak.

Hanya saja, kata dia, sebagian bantuan itu tidak memenuhi standar untuk tenaga kesehatan (Nakes) melakukan penanganan pasien Covid-19.

“Donasi banyak, hanya saja setelah dilihat tidak memenuhi standar penanganan pasien terkonfrmasi Positif Covid-19,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (20/10) sore.

Terang dia, untuk menghindari berbagai kemungkinan, karena dalam penaganan Covid-19 ini harus betul-betul menggunakan APD standar, pihaknya tetap melakukan belanja APD yang sesuai standar demi keamanan petugas kesehatan.

“APD ini sangat berpengaruh terhadap tenaga kesehatan khusunya tenaga kesehatan yang menangani Covid,” katanya.

“Makanya kami saat ini untuk APD menerapkan standar yang cukup ketat, bahkan APD Hazmat yang tidak sesuai standar tidak kami gunakan sama sekali, karena kami tidak ingin mengambil resiko,” sambungnya.

Deni mencontohkan, pada kasus positif Covid-19 tenaga kesehatan sebelumnya. Satu orang terkofirmasi positif cukup berdampak kepada hal yang tidak diinginkannya. “Dampaknya cukup luas itu,” tambahnya.

Deni menandaskan, sampai saat ini persediaan APD standar penaganan Covid-19 tidak terlalu banyak, hanya saja management terus melakukan upaya penyediaan agar tetap ada.

“Misalnya bisa persediaan menipis selalu pengadaan kembali, agar persediaan tatap ada,” tandasnya.

Menurutnya, APD yang tidak standar bukan berarti tidak bisa digunakan. Hanya saja harus menggunakan APD beberapa lapis sepeti harus menghunakan jas hujan sebelum menggunakan APD itu.

“Untuk saat ini selain kasus terkonfrmasi positifnya cukup banyak dan sudah ada tenaga kesehatan yang terpapar kami memberlakukan APD standar khusnya ruangan isolasi,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.