Banyak Keanehan Perizinan di Kota Tasik saat Pandemi Corona

1187
1
Muslim MSi Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi meminta eksekutif tegas dalam merespons dugaan pelanggaran dalam mendirikan bangunan. Terutama yang perizinannya diproses semasa Covid-19.

Menurut Muslim, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang tidak terlibat langsung pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, jangan mengendurkan pengawasan.

Baca juga : Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasik Dinilai tak Serius

Ketika menemukan pelanggaran atau kejanggalan berkenaan pembangunan di masyarakat, mereka harus melakukan penindakan.

“Sebab, kami menerima informasi tidak cuma pembangunan minimarket di Cibeureum saja yang dikeluhkan. Ada juga pembangunan kos-kosan di wilayah Kahuripan Kecamatan Tawang dikeluhkan masyarakat,” tuturnya kepada Radar, Minggu (17/5).

Pemerintah, kata Muslim, ketika sudah mengetahui ada pelanggaran dalam pendirian bangunan, seharusnya cepat menindaklanjuti. Jangan seolah menunggu adanya keluhan atau laporan dari masyarakat.

“Pembangunan di wilayah kompleks Ruko Permata Regency ada kos-kosan baru dibangun dan dikeluhkan masyarakat. Karena ada bagian bangunan menutup selokan atau parit, khawatir terjadi banjir dan utilitas perairan terganggu,” kata dia memaparkan.

“Kita sudah konfirmasi ke dinas terkait, ternyata antara fakta di lapangan dan gambar yang direkomendasikan dinas teknis berbeda. Mohon disikapi,” pinta politisi PDIP tersebut.

Saat dimintai keterangan, pengurus Ruko Permata Regency Kepler Sianturi mengakui adanya salah satu bangunan di wilayah tersebut dikeluhkan warga. Di penghujung 2019, bangunan itu sempat disegel Satpol PP karena tidak berizin.

“Memang kami dipertanyakan oleh masyarakat lantaran saat itu pembangunan hendak menutup saluran air di Jalan Paledang. Pembuangan air dari HZ Mustofa,” katanya menjelaskan.

“Dulu sempat disegel karena tidak memiliki izin dan pembangunan dihentikan. Tiba-tiba saat Covid-19 mewabah, tahu-tahu sudah ada izin mendirikan bangunan (IMB). Padahal kondisi di lapangan seperti itu,” kata Kepler.

Dia menceritakan, bangunan yang hanya beberapa meter dari ruko miliknya itu, saat disegel oleh Satpol PP diketahui pemilik ruko sedang memproses perizinannya.

Kemudian aktivitas pembangunan dihentikan usai penyegelan yang disaksikan RT setempat.

“Kan jelas sepadan jalan itu harusnya memberi ruang antara bangunan dengan jalan sekitar 2,5 meter. Itu tidak ada. Termasuk bangunan menutup gorong-gorong atau parit juga kan tidak boleh, nah itu di lapangan terjadi tetapi izinnya terbit,” tuturnya menceritakan.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tasikmalaya Budi Santosa menjelaskan, pemilik bangunan di kawasan tersebut sudah ditegur satu kali oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya.

Sebab, pelaksanaan pembangunan yang ada, tidak sesuai dengan gambar yang sudah disahkan dinas tersebut.

“Itu sudah dilaksanakan peneguran oleh dinas teknis. Dalam hal ini, ada kelalaian dari pemohon lantaran adanya bangunan yang tidak sesuai dengan gambar dan harus segera dilaksanakan penyesuaian oleh pemohon,” kata dia memaparkan.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 138 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah bahwa kewenangan untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian setelah izin terbit, merupakan ranah dinas teknis.

“Jadi pengawasan dan pengendaliannya sesuai regulasi tersebut berada di ranah dinas teknis,” ujarnya.

Baca juga : PSBB Kota Tasik Belum Berefek

Di sisi lain, terkait adanya minimarket di Cilendek Kecamatan Cibeureum yang sudah terbit izin operasionalnya, tetapi di lapangan diindikasikan terjadi pelanggaran berkenaan sempadan jalan, ia mengaku akan berkoordinasi dengan tim teknis.

“Kaitan izin operasional minimarket tersebut memang masih baru. Bahkan pembahasannya juga bersama dengan tim teknis perizinan. Kami akan tindaklanjuti kaitan garis sempadan jalan yang dikeluhkan rekan-rekan mahasiswa dengan berkoordinasi bersama tim teknis,” kata Budi. (igi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.