Banyak Minum Sebelum Toilet Training

10
0
Hanung Hambara / Jawa Pos PERIKSA. Dokter Bagus Samsu Tri SpA memeriksa Rifat Gatafan yang didampingi ibunya Eka Lulus Mayasari.
Hanung Hambara / Jawa Pos PERIKSA. Dokter Bagus Samsu Tri SpA memeriksa Rifat Gatafan yang didampingi ibunya Eka Lulus Mayasari.

JAKARTA – Toilet training merupakan salah satu tahapan latihan bagi anak agar bisa mandiri. Mulailah sejak usia anak dua tahun.

Psikolog Pendidikan dan Anak Eva Meizara Puspita Dewi SPsi Msi menuturkan ibu harus lebih dahulu mengetahui jam-jam anak akan buang air kecil. Kemudian, mulailah dengan tidak lagi mengenakan anak popok.

Berikan banyak minum, setengah jam kemudian, ajaklah anak ke kamar mandi dan ajarkan anak dengan sabar. Begitu pula ketika sudah memberikan anak makan atau pun saat anak bangun tidur di pagi hari.

Agar anak senang ke kamar mandi, hiasi kamar mandi dengan beberapa mainan yang disukainya. Bisa juga dengan mengajaknya untuk membeli sendiri kebutuhannya saat di kamar mandi seperti sabun.

Memberikan reward kepada anak saat melakukannya dengan benar juga cukup ampuh untuk membuat anak bersemangat.

“Tetapi kalau anaknya memang suka dan biasa saja tidak perlu diberikan. Berikan hanya ketika memang anak sangat sulit melakukannya,” ungkapnya.

Jangan memaksakan anak untuk cepat bisa. Usia di bawah lima tahun memang merupakan masa anak untuk belajar dan orang tua haruslah bersabar. Ketika melatihnya dengan penuh ketidaksabaran, maka akan mengganggu anak secara psikologis. Ia akan menjadi tidak tenang saat mencoba toilet training.

“Anak akan merasa situasinya menegangkan. Jika tidak berhasil anak akan memiliki rasa malu berlebihan. Ketika berada di tempat umum lalu tiba-tiba kencing atau buang air besar dan teman-temannya tahu akhirnya dia malu dan tidak mau berinteraksi,” ungkapnya.

Latih anak untuk mau terbuka dan nyaman berbicara saat ingin buang air. Rasa malu anak untuk berbicara disebabkan tidak nyaman terhadap orang tersebut.

Kesiapan anak dalam toilet training tergantung dari karakter anak. Beberapa anak bisa sangat mandiri sehingga tak membutuhkan waktu lama.

Lakukan latihan secara konsisten setiap hari. Ketika bepergian, jangan membiasakan anak menggunakan popok, karena justru akan membuatnya kembali terbiasa buang air di popoknya.

Begitu pula saat anak sedang sekolah atau bersama pengasuhnya agar tak memasangkan popok.

Spesialis Anak Rumah Sakit Siloam Dr dr Bob Wahyudin SpA(K) menuturkan, orang tua merupakan kunci utama dalam melatih kebiasaan anak.

Untuk membuat anak suka terhadap sesuatu di mulai dengan kesabaran dari orang tua dalam melatih. Jangan memaksakan anak terlalu cepat memahami ataupun marah ketika mengajarkan anak karena akan membuat justru menjadi takut dan tertekan.

“Berikan anak reward serta pujian ketika mampu melakukannya. Kasih sayang orang tua akan membuat anak cepat memahaminya,” terangnya. (ind/dni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.