Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Banyak Pelanggaran PSBB Ciamis, Pemerintah Diminta Terapkan Sanksi Tegas

198
0
PERIKSA. Petugas pos PSBB di Jalan Raya Cirahong berbatasan dengan Manonjaya memeriksa kendaraan yang masuk ke wilayah Ciamis, Kamis (7/5). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Dua hari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Ciamis masih banyak diwarnai ketidakpatuhan pengendara.

Mulai dari tidak menggunakan masker atau jaga jarak dalam kendaraan.

Baca juga : 350 Pemudik Zona Merah di Pamokolan Cihaurbeuti Ciamis Isolasi Mandiri, 2 Warga Tasik Ditolak Masuk

Anggota Tagana Kabupaten Ciamis Yuli Eka mengatakan, selama dua hari diberlakukan PSBB, khususnya di pos penjagaan perbatasan Ciamis-Manonjaya banyak pelanggaran yang ditemukan, termasuk kendaraan roda empat yang pura-pura putar balik lalu kabur masuk ke Ciamis.

“Di pos kami melakukan pemantauan dan pengecekan pengendara yang melintas. Seperti pencatatan identitas, interogasi tujuan masuk Ciamis dan imbauan menggunakan masker serta jaga jarak dalam kendaraan roda empat. Banyak pelanggaran dengan aksi lucu yang terjadi dalam momen tersebut,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, kejadian lucu seperti yang dilakukan oleh pasangan muda mudi dengan menggunakan mobil.

Saat diinterogasi, mereka mengatakan hanya akan bermain di taman Imbanagara. Namun, karena tujuannya tidak jelas dan mendesak, petugas meminta mereka putar balik dan kembali ke Tasikmalaya.

“Mereka pun mengatakan iya akan kembali dan putar arah, tapi setelah melewati petugas untuk putar arah, mereka langsung tancap gas dan melaju serta masuk ke wilayah Ciamis,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Kemudian, kata dia, ada juga penjual tahu bulat yang menangis saat akan memasuki wilayah Ciamis.

Akan tetapi, petugas tetap konsisten bahwa yang tidak berkepentingan mendesak diminta putar balik kembali ke daerah asalnya.

“Termasuk ada pengen­dara sepeda motor yang pura-pura jatuh supaya bisa lolos dari petugas pos penjagaan. Ada juga warga yang marah-marah, bahwa aturan itu mem­bingungkan masyarakat,” ujarnya, menjelaskan.

Ter­pisah, Dekan Fakultas Hu­kum Univers­itas Galuh H Dudung Mulyadi SH MH menyarankan pemerintah daerah untuk bersikap tegas dan berikan sanksi bagi pengendara atau masyarakat yang melanggar aturan PSBB.

Sehingga tidak ada lagi ditemukan masyarakat yang membandel.

Baca juga : Bupati Ciamis Instruksikan Seluruh Pemdes Bangun Dapur Umum Selama PSBB

“Sanksi denda yang diterapkan oleh pemerintah daerah kepada warga membandel akan sangat efektif ketika masyarakat di denda uangnya akan masuk kepada kas daerah dan uang tersebut dibagikan kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19,” tegasnya.

Kata dia, diharapkan dengan diberlakukannya sanksi tegas mampu meminimalkan masyarakat yang melanggar aturan, karena mereka takut mendapatkan sanksi apabila terus membandel. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.