Banyak Penderita AIDs Belum Terdeteksi di Pangandaran

20

PANGANDARAN – Menjelang hari peringatan HIV/AIDs Internasional yang jatuh 1 Desember, Yayasan Matahati Kabupaten Pangandaran membeberkan jumlah orang dengan HIV/AIDs yang terdata hingga saat ini.

”Jumlahnya ada 72 orang, yang aktif menjangkau layanan ARV hanya 34 orang, sementara sisanya pindah domisili dan ada juga yang meninggal dunia,” ungkap Ketua Yayasan Matahati Jawa Barat Agus Abdullah kepada Radar, Kamis (29/11).

Agus mengatakan kasus HIV/AIDs layaknya fenomena gunung es, dimana yang terdata hanya sedikit namun sebenarnya masih banyak belum ditemukan.

”Misalkan dari 72 orang yang sudah terdata, maka ada 7.200 orang lagi yang terpapar,” terangnya.

Hal ini mengacu kepada rumus WHO, menurut Agus, jika ada 72 orang yang menyandang HIV/AIDs kemudian dikali 100 orang, maka yang berisiko 7.200.

Salah satu upaya untuk menekan jumlah penderita yang semakin banyak, kata dia, maka rantai penularan virus berbahaya itu harus diputus.

”Tentunya dengan cara memberikan kesadaran untuk menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV/AIDs kepada masyarakat,” tuturnya.

Terpisah Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari menyebutkan Pemkab sudah menetapkan Perbup Nomor 40/2018 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDs.

”Ada kepedulian dari pemerintah tentang AIDs, segala sesuatunya akan diatur oleh dinas terkait,” terangnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.