Banyak Penumpang Masuk Tasik dari Daerah Zona Merah

13964
5

TIM gabungan dari Polres Tasikmalaya, TNI, Kesbangpol, Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP dan Puskesmas Salawu melakukan tes rapid kepada penumpang angkutan umum, Rabu (25/3). Hal itu dilakukan dalam antisipasi penyebaran virus corona.

Selain melakukan tes rapid atau pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan menggunakan sanitizer, tim juga menyemprotkan disinfektan kepada semua angkutan umum yang melintasi di Salawu.

Baca juga : Update Kota Tasik: 1 Positif, 18 Sehat, 10 PDP, 98 ODP

Kabag Ops Polres Tasikmalaya AKP Cucu Juhana mengatakan, tes rapid atau pengecekan cepat dilakukan terhadap kendaraan angkutan umum berpenumpang dari arah Garut menuju ke Tasikmalaya, tepatnya di Kecamatan Salawu.

“Kendaraan diberhentikan, penumpang termasuk sopir dan kondektur diturunkan untuk di cek kesehatannya,” ujarnya.


Menurutnya, sejauh ini banyak penumpang asal Tasik yang pulang pergi ke daerah terpapar Covid-19. Langkah ini antisipasi pencegahan dini menghindari penyebaran wabah.

Baca juga : Tak Ada Pelayanan Langsung, Wajib Pajak Bisa Lakukan Ini

“Alhamdulillah hasil tes cukup baik, tidak ada penumpang atau sopir yang dicurigia terpapar corona. Kemudian untuk suhu tubuh mereka rata-rata 36 derajat ke bawah,” ujarnya, menjelaskan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya Asep Darisman mengatakan, pengecekan ini dilakukan di tiga lokasi, pertama Kecamatan Ciawi, Perempatan Warungpeuteuy dan depan Puskesmas Salawu.

“Tes rapid mulai pukul 10.00-14.00 siang ada sekitar 25 bus dan elf dari arah Garut menuju Tasikmalaya yang diberhentikan. Dengan total jumlah penumpang yang di cek kesehatannya dari berbagai kalangan usia sebanyak 124 penumpang asal Kabupaten Tasik,” katanya.

“Rata-rata para penumpang datang dari daerah zona merah terpapar virus corona seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Depok, Bandung dan Sukabumi, jadi harus ada antisipasi serius. Hasil pe­meriksaan ada beberapa orang yang suhu tubuhnya di atas 36 derajat maka kita sarankan untuk istirahat,” kata dia.

Baca juga : Kata Manajemen SMC, Warga Karangnunggal Tasik yang Meninggal Statusnya PDP Corona

Namun, kata dia, jika ditemukan penumpang yang suhu tubuhnya melebihi 38 derajat, maka disarankan istirahat di rumah dan tidak berpergian sesuai SOP Ke­menterian Kesehatan (Kemenkes) masa inkubasi itu selama 14 hari.

“Jika suhu tubuhnya selama tinggal di rumah normal, artinya terbebas dari gejala virus corona. Ketika ada perubahan suhu tubuh tinggi maka segera ­hubungi medis,” tambah dia. (dik)

5 KOMENTAR

  1. Rapid test itu ga efektif.
    Cuma efektif apabila orang tsb sudah terinfeksi minimal 8 hari.

    Kalo mau yg pasti test nya, harus memakai swab test.
    Dalam 1 hari ketahuan positif / negatif nya.
    Cuma ya ribet doang swab test itu, ngambil dahak dr tenggorokan pakai alat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.