Banyak Peternak Ayam Rakyat Bangkrut, Sentra Unggas Ciamis Jangan Jadi Cerita

180
0
Imam Dana Kurnia Anggota Komisi B DPRD Ciamis

CIAMIS – Bangkrutnya para peternak ayam rakyat di Ciamis, bukan hanya menjadi masalah daerah, namun nasional. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan menangani masalah tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Ciamis Imam Dana Kurnia meminta pemerintah pusat dan daerah melakukan langkah-langkah konkret menyelamatkan peternakan ayam rakyat pedaging dan petelur. Karena peternakan ayam di Ciamis dibilang mati suri atau bangkrut. Jangan sampai, kata dia, Ciamis sebagai salah satu sentra unggas di Jawa Barat tinggal cerita.

“Permentan No 32 tahun 2017 tentang Penyediaan Peredaran Pengawasan Ayam Ras dan Petelur segera dievaluasi. Perpres segera bapak Presiden memberikan apresiasi tanda tangan (untuk) melindungi peternakan rakyat,” ujar Imam kepada Radar, Senin (10/2) siang.

Politisi PKB ini berharap Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo segera mengusulkan revisi Undang-Undang No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dengan begitu peternakan rakyat terlindungi dari para pengusaha besar.

“Bukan saya menghalangi (perusahaan besar, Red) tapi bagaimana membatasi atau ruang gerak dan berimbang, peternakan besar berkembang dan peternakan rakyat juga sama berkembang, sehingga tidak saling memakan,” tuturnya.

Apakah DPRD akan membawa permasalahan peternakan rakyat ini ke dalam panitia khusus? Menurut Imam, kasus bangkrutnya peternakan ayam rakyat di Ciamis merupakan masalah nasional. Jadi tidak hanya di Ciamis.

“Harapan kami adanya langkah-langkah konkret di rapat kerjakan pembahasannya lebih detail lagi bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Komisi B, kata dia, akan membahas permasalahan peternakan ayam di Ciamis. “Kami akan segera merapatkan dengan instansi terkait,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Herman (35), peternak ayam rakyat mengaku sudah 14 tahun menjadi peternak. Dia baru empat bulan berhenti beternak, karena kalah dengan peternakan besar. “Bila mau bermitra juga harus modal besar lagi beli blower dua sudah Rp 10 juta. Tentunya uang dari mana segitu? Kalau spekulasi bank lagi takutnya tidak terbayar.

Dia berharap pemerintah memberikan solusi atas kondisi peternakan ayam rakyat di Ciamis yang kalah bersaing dengan peternak besar. “Karena sekarang saya sudah tidak bekerja dan menganggur. Mau cari kerja juga sulit,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, sebelumnya, disarankan cepat menangani peternakan ayam rakyat yang sedang mengalami masalah. Jangan sampai, peternak yang mengalami kebangkrutan terus bertambah.

“Saya harap peran Pemerintah Ciamis sendiri harus mengakomodir mereka (peternak ayam rakyat, Red) sehingga bisa menggeliat lagi peternakan rakyat di Ciamis,” ujar Ketua STAI Al-Ma’arif Jamiludin Hidayat SPd MSc Minggu (9/2).

Dampak banyaknya peternakan ayam rakyat yang bangkrut, kata Jamiludin, akan berefek kepada pengangguran.

“Dampak dari gulung tikar itu, pastinya banyak pengangguran. Bahkan sebagian memilih bekerja serabutan juga,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.