Banyak Santri Positif Corona, Ini Kata Jubir Ponpes Cipari Garut

237
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

PANGATIKAN – Juru Bicara Pondok Pesantren Cipari Kecamatan Pangatikan Nasrul Fuad mengaku belum mengetahui secara pasti sumber awal penularan Covid-19 yang terjadi di lingkungan pesantrennya.

Diduga, awal penularan kasus Covid-19 di tempatnya itu disebabkan karena sebelumnya masih terjadi aktivitas keluar-masuk santri maupun keluarga ke lingkungan pesantren.

“Kita tak tahu ini dari mana, yang jelas musibah ini terjadi karena memang pesantren rentan terjadi penularan Covid-19. Soalnya masih banyak aktivitas keluar masuk lingkungan pesantren,” kata Fuad kepada wartawan, Minggu malam (25/10).

Menurut dia, sejak aktivitas pesantren kembali diizinkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihak pesantren telah berusaha membatasi aktivitas keluar-masuk santri, termasuk kunjungan dari keluarga santri.

Namun, pembatasan itu nyatanya tak berjalan efektif. Sebab, masih banyak santri atau keluarga santri yang curi-curi kesempatan keluar masuk lingkungan pesantren.

“Apalagi kadang ada keluarga santri dari wilayah zona merah seperti Jakarta, Bekasi dan wilayah lainnya yang masih berkunjung,” katanya.

Terkait informasi mengenai penularan virus di pesantren tersebut berasal dari salah satu santri yang baru datang dari Bekasi, Nasrul tak serta-merta membenarkannya.

Menurut dia, santri itu hanya kebetulan menjalani swab test paling awal, sehingga dianggap menjadi penular ke santri yang lainnya.

Padahal, menurut dia, bisa saja virus corona yang saat ini menyebar di pesantrennya berasal dari orang lain yang berkunjung ke pesantren. Bukan dari santri yang berasal dari Bekasi.

Nasrul mengatakan, saat ini pihaknya tidak mencari sumber virus dari mana yang ada di pesantrennya ini, tetapi pihaknya saat ini lebih fokus melakukan penanganan.

“Sekarang aktivitas santri tidak ada, orang tua juga sudah kita komunikasikan untuk tidak berkunjung. Karena kemungkinan ini masih akan menyebar. Kita mau melindungi masyarakat dan keluarga santri,” katanya.

Baca juga : Di Caringin Garut Dibangun Miniatur Pendopo

Sampai saat ini, kata dia, total santri yang terkonfirmasi positif yang ada di pesantrennya mencapai 114 santri. Para santri yang dinyatakan positif Covid-19 telah dibawa untuk menjalani isolasi di fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan.

Nasrul mengatakan, saat ini pihak pesantren juga terus memberikan dukungan moril kepada para santri, khususnya santri yang positif Covid-19. Sebab, dengan munculnya kasus Covid-19 di pesantrennya, tak bisa dipungkiri psikologis para santri terganggu.

Apalagi ketika mereka banyak anggapan negatif soal Covid-19. Kita sampaikan kalau Covid-19 itu bukan aib, jadi para santri tak panik dan imunitasnya tetap tinggi. Jadi mereka muncul semangat untuk sembuh,” terangnya.

Selain itu, pengurus juga terus melakukan edukasi dan memberi pemahaman kepada para santri mengenai Covid-19. Nasrul meyakini, Covid-19 bisa disembuhkan asal diatasi dengan baik. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.