Banyak Santriwati di Kota Banjar yang Positif Covid-19

570
0
Loading...

BANJAR – Pasien Covid-19 dari klaster pesantren di Kecamatan Langensari didominasi santri perempuan (santriwati). Total, hingga saat ini ada 35 santri yang terpapar virus corona tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha mengatakan dari hasil swab yang sudah dilaksanakan, tidak ada santri laki-laki yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Anehnya itu semua santri perempuan. Santri laki-lakinya tidak ada yang terpapar,” ucap Agus Nugraha, Rabu (18/11).

Ia menduga Covid-19 hanya menyerang santri perempuan lantaran ketatnya peraturan di pesantren. Seperti pada umumnya, santri perempuan dibatasi berinteraksi dengan santri laki-laki.

“Dugaan awal kita karena ketatnya peraturan di Ponpes itu sehingga yang terpapar hanya santri perempuannya saja,” ucap Agus.

Ia menjelaskan, meski belasan santri sudah terpapar virus corona, kegiatan di pondok pesantren masih berjalan. Sejauh ini belum ada penutupan baik oleh pihak pondok pesantren maupun dari Pemerintah Kota Banjar.

“Belum ada penutupan sementara atau diliburkan. Masih berjalan normal untuk kegiatan belajar mengajarnya, namun penerapan protokol kesehatan lebih ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Loading...

Baca juga : Kasus Covid-19 Klaster Pesantren di Kota Banjar Nambah Jadi 35 Orang

Pihaknya mencatat, total orang yang terkonfirmasi hingga Rabu ini berjumlah 132 orang. Satu orang meninggal dunia, 64 orang diantaranya merupakan pasien aktif terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di RSUD Banjar dan RSU Asih Husada. Sementara 67 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

“Kasus Covid-19 di Kota Banjar pada dua bulan terkahir ini terjadi kenaikan yang signifikan. Jumlahnya tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya,” tutur Agus.

Diberitakan sebelumnya, kasus positif Covid-19 dari klaster pesantren terus meningkat. Berdasarkan data pada Selasa (17/11), pasien dari klaster pesantren bertambah 8 orang.

Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar H Agus Nugraha mengatakan delapan orang itu beriinisial L (13), M (16), R (12), S (12), A (15), P (13), N (13), I (14) dengan jenis kelamin perempuan. Sampai saat ini, total kasus positif Covid-19 dari klaster pesantren mencapai 35 orang. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.