Bapak dan Anak Warga Kota Tasik Positif Corona Usai Dikunjungi Kerabat dari Daerah Zona Merah

9415
0

TASIK – Mengantisipasi penularan Covid-19, masyarakat diminta mematuhi imbauan pemerintah. Jangan sampai mereka acuh hingga harus berujung di ruang isolasi.

Contohnya di Kota Tasikmalaya. Dari 27 orang yang dinyatakan positif Covid-19, dua di antaranya, ayah dan anak, tertular Covid-19 oleh kerabat yang datang dari daerah zona merah.

Baca juga : Tim Gabungan Minta Pengunjung Asia Plaza Kota Tasik Pake Masker

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan hal itu diketahui ketika ada laporan dari warga kepada petugas kesehatan. Kemudin petugas mengecek dan melakukan rapid test kepada keluarga tersebut. “Ada laporan warga sakit, sebelumnya dikunjungi saudaranya dari luar daerah (Jakarta, Red),” ungkapnya kepada Radar, Jumat (17/4).

Hasil rapid test kepada keluarga tersebut, kata Uus, ayah dan anak positif terinfeksi Covid-19. Pihaknya pun langsung melakukan isolasi kepada dua orang itu di RSUD dr Soekardjo.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan swab. “Kalau ibunya enggak. Hanya dua orang saja yang positif,” katanya.

Kasus tersebut, sambung Uus, harus menjadi perhatian masyarakat ketika menerima kunjungan saudara dari luar daerah. Terlebih saat ini banyak perantau yang pulang kampung. “Bukan harus ditolak, tapi harus jaga jarak dan lakukan isolasi mandiri di rumah,” imbaunya.

Dijelaskan dr Uus, ketika ada salah satu anggota keluarga yang positif Covid-19, maka keluarga tersebut paling rawan tertular. Seperti halnya kasus ibu dan balita yang juga kini menjalani isolasi dan pasangan suami-istri yang sama-sama positif. “Kita temukan sekitar tiga kasus di mana dua anggota keluarga sama-sama positif,” terangnya.

Sampai Jumat (17/4), di Kota Tasikmalaya tercatat ada 27 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Lonjakan jumlah kasus tersebut merupakan hasil tracking dari klaster yang memang menjadi kelompok berisiko tinggi. “Ada yang memang naik status dari PDP, tapi kebanyakan hasil tracking di lapangan,” kata dia.

Lonjakan jumlah kasus juga terjadi karena efek tingkat keterbukaan warga kepada petugas yang melakukan tracking meningkat. Karena beberapa waktu sebelumnya, sebagian warga yang diduga terinfeksi Covid-19 cukup tertutup “Ada yang memang sukarela, ada juga di mana kita butuh melakukan pendekatan tertentu,” imbuhnya.

Lonjakan jumlah juga terjadi pada kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Itu disebabkan perantau dari wilayah terpapar terus berdatangan ke Kota Tasikmalaya. Jumlahnya total mencapai 1.014. “Untuk ODP sudah menembus jumlah seribu orang lebih. Semuanya kita pantau,” terangnya.

Bagaimana dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)? Sampai saat ini jumlahnya 23 orang. Sebanyak 18 diantaranya sudah selesai pemantauan dan tidak diisolasi. Sementara untuk jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) mencapai 263 orang.

Baca juga : Bukti Kepedulian Warga, RS SMC Kabupaten Tasik Banjir Bantuan APD

Menyikapi hal itu, kata Uus, Gugus Tugas sudah menyiapkan ruang isolasi yang cukup, sehingga tidak kewalahan dengan lonjakan pasien yang terjadi beberapa hari terakhir. “Sekarang yang di RSI (RS Hj Siti Muniroh) juga sudah kita pergunakan,” katanya.

Sementara ini, pasien dengan kondisi parah akan ditempatkan di RS dr Soekardjo sebagai rumah sakit rujukan. Sementara di rumah sakit pendukung, termasuk RSI hanya diperuntukkan bagi pasien ringan. “Kalau pasien kategori sedang sampai berat, kita harus masukkan ke RSUD dr Soekardjo,” jelasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.