Kerja Sama dengan Badan Pertanahan Nasional Garut

Bapenda Kabupaten Garut Mengantisipasi Kebocoran Pajak BPHTB

11
KERJA SAMA. Bupati Garut H Rudy Gunawan menandatangani kerja sama antara Bapenda dan BPN di Pendopo, Garut Senin (29/10). (Yana Taryana/radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran pajak pendapatan dari sektor pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Bapenda Kabupaten Garut Usep Basuki Eko mengatakan awalnya penjajakan kerja sama dengan BPN, karena pihaknya melihat banyak kebocoran pajak pada sektor jual beli tanah dan bangunan.

”Kita sering kali kecolongan ketika ada transaksi bayar pajak BPHTB. Jadi kita kerja sama langsung dengan BPN,” terangnya kepada wartawan usai penandatanganan MoU antara Bapenda dengan BPN di Pendopo Garut Senin (29/10).

Potensi pajak dari sektor BPHTB ini, kata dia, sangat besar. Itu jika semua wajib pajak tidak melakukan permainan saat transaksi jual beli.

Saat ini, kata dia, tidak jarang juga oleh oknum-oknum tertentu nilai transaksinya direkayasa jauh di bawah harga pasaran dan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) padahal tanah tersebut berada di lokasi yang potensial.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya melakukan kerja sama dengan BPN dalam rangka membangun sinergitas pengelolaan BPHTB dan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sertifikasi tanah.

”Kalau sinergitas sudah terjalin, maka akan menutup kemungkinan bagi para oknum untuk melakukan berbagai kecurangan dari berbagai pajak tanah dan bangunan,” terangnya.

Eko menerangkan, dengan sinergitas ini juga maka akan adanya rekonsiliasi data antara BPN dan Bapenda. Sehingga ketika adanya perbedaan pembayaran pajak sering kali tidak diketahui masing-masing instansi bisa diketahui.

”Jadi ketika adanya pembayaran pajak pembelian tanah dan bangunan tapi tidak sesuai maka tidak akan keluar sertifikat tanah dan bangunan,” ucapnya.

Selain kerja sama dengan BPN, tambah dia, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Garut. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan terhadap setiap pelanggaran pajak.

”Sekarang kalau yang bermain-main dengan pajak maka akan ditindaklajuti oleh Kejaksaan,” ujarnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.