Bapenda Kabupaten Garut Pulihkan Harga NJOP di Pasaran

16
JALIN KERJA SAMA. Kepala Bapenda Garut H Usep Basuki Eko menjalin kerja sama dengan FISIP Unpad terkait perubahan NJOP Minggu (4/11).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut terus melakukan upaya untuk kembali memulihkan harga nilai jual objek pajak (NJOP) di pasaran.

Hal itu dilakukan karena harga NJOP di Kabupaten Garut dinilai paling rendah bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain.

“Dari hasil pengecekan, ternyata NJOP di Garut ini paling rendah. Tidak sesuai dengan harga sebenarnya sekarang,” ujar Kepala Bapenda Kabupaten Garut H Usep Basuki Eko kepada Rakyat Garut, Minggu (4/11).

Salah satu cara yang dilakukan untuk mengubah NJOP ini yakni dengan menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran (Unpad).

“Kami jalin kerja sama untuk pengkajian NJOP yang saat ini jauh ketinggalan dengan harga pasaran tanah dan bangunan,” ucapnya.

Usep menerangkan dengan tidak sesuainya NJOP dengan harga pasaran tanah dan bangunan sekarang, maka akan berdampak pada perolehan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Karena itu pihaknya berusaha untuk mengubah NJOP ini.

Dia berharap dengan mengubah NJOP perolehan PAD dari sektor pajak tanah dan bangunan bisa meningkat.

“Kami terus melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak tanah dan bangunan,” terangnya.

Selain mengubah NJOP, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal itu untuk mengantisipasi kebocoran pajak pendapatan dari BPHTB.

“Memang kita sering kali kecolongan ketika ada transaksi bayar pajak BPHTB karena sering kali dimainkan, yaitu nilai transaksinya direkayasa jauh di bawah harga pasaran dan NJOP,” terangnya.

Sehingga dia berharap dengan kerja sama itu tidak akan lagi terjadi permainan. Tidak hanya itu, pihaknya juga membuat surat kuasa khusus kepada Kejaksaan Negri Garut untuk menindaklanjuti temuan-temuan dari Bapenda yang melakukan penunggakan pajak maupun pengemplang pajak.

“Ada puluhan pengemplang pajak dari berbagai jenis pajak yang sudah kita periksa, nanti kita serahkan ke kejari untuk ditindaklanjuti,” terangnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.