Baru 23 Orang Pulang ke Tasik

7

Tercatat 83 war­ga asal Su­ka­resik Kabu­pa­ten Ta­sikmalaya yang terdampak ben­cana gempa di Palu. Sebagian diantaranya sudah pulang, dalam perjalanan dan ada juga yang tetap tinggal di Sulawesi Tengah.

Kapolsek Sukaresik Iptu E Wijaya menyebutkan 83 warga tersebut berasal dari tiga desa. 66 dari Desa Sukamenak, 4 orang Desa Sukaratu dan 13 dari Margamulya. “Jadi tidak hanya di Sukamenak saja,” ungkapnya.

Sementara ini, 23 orang sudah sampai ke Tasikmalaya dan kembali dengan selamat yakni 18 orang warga Sukamenak, 4 Sukaratu dan 1 dari Margamulya. Tersisa 60 orang yang belum kembali, sebagian masih dalam perjalanan. “Belum semuanya pulang,” katanya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa terkait upaya penjemputan para korban. Polisi akan memfasilitasi penjemputan mereka dengan menyiapkan sarana transportasi. “Kita sudah berkomunikasi dengan Polres dan akan membantu memulangkan mereka,” katanya.

Kepala Desa Sukamenak Beni Iskandar mengatakan sebagian warganya memang belum semua datang ke Tasikmalaya. Sebagian masih di perjalanan dan sebagian lagi sudah menetap di Palu. “Jadi tidak semuanya pulang,” katanya.

Pihaknya berterima kasih kepada aparat kepolisian yang menyatakan kesiapan untuk membantu kepulangan. Diharapkan masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang bisa sampai dengan selamat. “Beberapa menggunakan kapal laut karena membawa mobil,” katanya.

Selain di Sukaresik, diketahui warga Kecamatan Cisayong pun ada yang sedang bekerja di Palu. Mereka satu keluarga yakni Edih (38) dan istrinya Hani Heryanti (34) serta anaknya Rheno Fariz Akbar (10). Di Cisayong hanya ada anak sulungnya yakni Yudha Pratama (15).

Kapolsek Cisayong AKP Gunarto mengatakan pihaknya sudah berhasil berkomunikasi dengan Edih yang saat ini poisisnya di Makasar. mereka sudah lama menetap di Palu cukup lama. “Suaminya kerja sebagai sopir dan istrinya pegawai di rumah makan,” katanya.

Dalam komunikasi yang dilakukan oleh unsur muspika serta pemerintah desa, Edih membutuhkan biaya transportasi untuk bisa pulang ke Cisayong. Polsek dan Pemerintah Kecamatan serta Desa pun melakukan swadaya dan terkumpul dana sebesar Rp 2,8 juta. “Katanya ongkos dari sana Rp 2,5 juta, uang yang terkumpul sudah kita transfer,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.