Baru Ada Lima Ruang Isolasi, Waspada Pemerintah Kota Tasik Belum Didukung Dengan Sarana Maksimal

113
0
ISTIMEWA RUANG ISOLASI. Salah satu ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo. Saat ini di semua rumah sakit di Kota Tasikmalaya baru ada 5 ruang isolasi.

Sikap waspada pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap penyebaran virus corona, belum didukung dengan sarana yang maksimal. Ruang isolasi di Kota Resik ini baru tersedia untuk lima pasien. Itu tersebar di beberapa rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman. Menurutnya, baru beberapa rumah sakit saja yang menyiapkan ruang isolasi. Totalnya baru ada 5 ruangan saja.

Baca juga : Masjid Agung Kota Tasik Tetap Dipakai Jumatan

Rinciannya, 2 ruangan di RSUD dr Soekardjo, 2 ruangan di TMC dan 1 ruangan di RS Jasa Kartini. “Kita data hanya lima saja untuk menampung ketika ada PDP (Pasien Dalam Pemantauan, Red),” ungkapnya, Rabu (18/3).

Untuk menyediakan ruangan isolasi sendiri, kata dia, memang bukan hal yang bisa dilakukan secara instan. Karena perlu disertai perlengkapan yang memadai untuk penanganan pasien. “Memang tidak sederhana, karena standarisasi isolasi itu harus jelas,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya akan kembali mendorong rumah sakit yang tergolong besar di Kota Tasikmalaya untuk mempersiapkan ruang isolasi. Itu sebagai langkah antisipasi.

“Kita harapkan semua rumah sakit untuk mempersiapkan ruang-ruang isolasi,” imbau orang nomor satu di Kota Tasikmalaya ini.
Di samping itu Pemerintah Kota juga sempat kewalahan dengan minimnya anggaran untuk kewaspadaan virus corona ini.

Karena sifatnya insidental, belum ada anggaran yang dialokasikan secara khusus. “Dari dana tanggap darurat, tidak besar hanya Rp 1 miliar,” ujarnya.

Akan tetapi saat ini pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan untuk pergeseran anggaran melalui Permendagri dan Permenkeu. Di mana pemerintah daerah bisa menggeser peruntukan dana dari pusat.

“Dana dari pusat sudah jelas, ada DAK (Dana Alokasi Khusus) dan DID (Dana Insentif Daerah) dan dana lainnya,” tuturnya.
Pihaknya sudah meminta Sekda yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyusun apa saja yang dibutuhkan yang sifatnya memang prioritas.

“Baru ada kebijakan pergeseran (anggaran), belum ada bantuan khusus corona baik dari pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Direktur Umum RSUD dr Soekardjo H Deni Diyana menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan ruang isolasi. Secara tata ruang, konsepnya tidak berbeda dengan ruang rawat inap lainnya. “Bentuknya seperti ruang rawat inap lainnya, hanya saja terisolasi,” ujarnya.

Baca juga : Alun-alun & Taman Kota Tasik Ditutup untuk Umum

Ada pun beberapa perbedaannya yakni ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk pemeriksaan juga terpasang CCTV untuk pemantauan. Aksesnya pun dibuat secara khusus, terpisah dengan pintu masuk pelayanan lainnya.

“Supaya tidak sampai melewati tempat pelayanan lain karena berisiko,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.