Baru EDF yang Mampu

122
0
Eddie Keogh / REUTERS Edin Dzeko

AS ROMA VS QARABAG
ROMA – Senangnya Eusebio Di Francesco. Bersama AS Roma, Di Francesco dapat mencicipi persaingan Liga Champions setelah sembilan musim berkarir sebagai pelatih. Tak cuma bisa di fase grup, EDF –inisial nama Di Francesco– sedikit lagi mampu meloloskan Roma ke fase 16 Besar.
Syaratnya, EDF harus mampu membawa Il Lupi memenangi laga penutup fase grupnya saat menjamu Qarabag di Olimpico, Roma, dini hari nanti. Bagi Roma, lolos ke 16 Besar Liga Champions sudah lima kali mereka alami. Seperti yang ditorehkan Roma dua musim lalu. Tapi, bagi EDF bisa bermakna lebih.
Karena pelatih berusia 48 tahun tersebut bisa jadi pelatih Roma pertama yang membawa klub ibukota tersebut lolos ke 16 Besar Liga Champions pada musim pertamanya. “Tentu, kami ingin memenanginya dan lolos. Tapi, alangkah baiknya kami bisa mengalahkannya dengan tak kebobolan,” ungkap pelatih kelahiran Pescara itu, dikutip Republicca.
Sebenarnya, Vincenzo Montella dan Luciano Spalletti pernah memimpin Roma saat fase 16 Besar. Bedanya, mereka datang ketika Roma sudah lolos ke 16 Besar Liga Champions. Plus, status Montella dan Spalletti sama-sama datang di tengah musim. Montella datang jadi karteker sementara Spalletti sebagai pengganti Claudio Ranieri.
“Kali ini kami harus lebih agresif,” sambung pelatih yang mentok hanya merasakan main di Eropa dalam Liga Europa musim lalu bersama Sassuolo itu. Apalagi, saat pertemuan pertama di Olympic Stadium, Baku, 27 September lalu Roma hanya mampu mengalahkan Qarabag tipis 2-1.
Faktanya ketika bermain di Roma selama Liga Champions, sudah di tiga musim terakhir ini Daniele De Rossi belum pernah menang besar lagi selain saat menghajar Chelsea 3-0 (1/11). “Saya sudah mencetak gol lagi dan saya ingin melanjutkannya ke Qarabag,” ungkap gelandang Kevin Strootman. (ren)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.