Basuki: Bupati Harus Belajar ke Kades Cisayong

150
TALKSHOW. Ketua Persitas Dr H Basuki Rahmat (dua dari kiri) bersama Kades Cisayong Yudi Cahyudin (tiga dari kiri) talkshow terkait pembangunan lapangan Sakti Lodaya Jumat (1/11).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Hadirnya lapangan sepak bola Sakti Lodaya di Desa Cisayong yang disulap berstandar FIFA menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya, hingga kini Stadion Mangunreja belum selesai. Hal itu diungkapkan Ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia Tasikmalaya (Persitas) Dr H Basuki Rahmat saat talkshow Bincang Radar di Radar TV, Kamis (1/11).

Basuki menjelaskan saat ini di Kabupaten Tasikmalaya tidak ada lapangan bola yang memadai untuk menggelar suatu pertandingan profesional. Pasalnya, sampai sekarang Stadion Mangunreja yang digadang-gadangkan menjadi yang terbesar di Priangan Timur belum kunjung diselesaikan. Karena kebijakan pemerintah belum serius untuk menyelesaikan pembangunan ini. “Seharusnya pemerintah mendukung pembangunan stadion hingga selesai. Tapi saya lihat mereka tidak merespons, buktinya hingga kini stadion belum diselesaikan,” bebernya.

Lanjut dia, pihaknya bukan tanpa upaya untuk mendorong alokasi anggaran pembangunan lanjutan stadion. Tapi, keberpihakan pemerintah daerahnya saja tidak ada. “Tahun ini saja pemerintah hanya mengalokasikan Rp 1 miliar untuk lanjutan Stadion Mangunreja. Itu pun hanya cukup untuk pembangunan pagar saja. Padahal anggaran yang dibutuhkan secara keseluruhan mencapai Rp 180 miliar,” keluhnya.

Basuki meminta pengambil kebijakan di pemerintah daerah harus belajar kepada Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin. Walaupun masih muda, dia mempunyai keinginan kuat dalam membangun lapangan sepak bola berstandar FIFA. “Seorang kepala desa saja bisa bangun lapang bola berstandar FIFA, masa bupati tidak bisa,” katanya.

Basuki yang juga wakil ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini berharap Yudi bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman kepala desa lain dalam pembangunan yang akan mendorong masyarakat meminimalkan kegiatan negatif.

Kepala Desa Cisayong Yudi Cahyudin mengatakan akan terbuka bagi siapa pun yang akan studi banding soal pembangunan lapangan ini. Karena, pada intinya untuk bisa menyelesaikan pembangunan ini adalah semangat keberpihakan anggaran dan keberanian merealisasikan ide dan gagasan yang inovatif serta kreatif.

Kata dia, pembangunan lapangan ini baru mencapai 80 persen. Alokasi yang sudah digunakan dari dana desa (DD) mencapai Rp 1,4 miliar. “Sedangkan untuk biaya perawatan lapangannya dialokasikan Rp 5 juta per bulan,” ungkapnya.

Jelas dia, untuk tarif sewa lapangan itu berbeda-beda. Itu disesuaikan dengan wilayahnya, jika warga Desa Cisayong di tarif Rp 500 ribu satu kali main. Sedangkan luar warga desa tapi masih Kecamatan Cisayong tarifnya Rp 750 ribu dan di luar kecamatan Rp 1 juta. Sedangkan tim divisi 3 dan 2 Rp 2 juta, divisi 1 Rp 3 juta. “Siapa pun dan dari mana pun, mau sekelas Persib atau Persija yang mau menggunakan lapang Sakti Lodaya untuk latihan silahkan saja,” ungkapnya. (obi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.