Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.2%

19.8%

7.3%

69.6%

Batik Sukapura Ditargetkan Bisa Tembus Pasar Global

59
0
Tasikmalaya UKIR BATIK TULIS. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Heru Saptaji membatik di Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/8). foto-foto: Radika Robi Ramdani / Radar
Tasikmalaya UKIR BATIK TULIS. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Heru Saptaji membatik di Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/8). foto-foto: Radika Robi Ramdani / Radar

TASIK – Batik Sukaraja atau yang lebih dikenal dengan sebutan Batik Sukapura merupakan batik tulis khas Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Secara turun-temurun, warga di desa ini mengisi hari dengan membatik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji mengungkapkan pihaknya melihat terbentang potensi yang sangat luas dan besar dari Desa Janggala. Hal ini merupakan peluang bagi para perajin yang sebelumnya dapat dikatakan hampir punah.

“Untuk mengembalikan kejayaan Batik Tulis Sukapura, kami dari Bank Indonesia menginisiasi pengembangan Batik Sukapura yang diawali dengan pembentukan kelompok Batik Sukapura pada bulan Januari 2020 yang berlokasi di Kampung Ciseupan, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.

Kemudian pada bulan Februari 2020 Bank Indonesia mulai melakukan pendampingan pelatihan kepada kelompok pengrajin Batik Sukapura yang berjumlah 25 orang dengan bantuan konsultan tenaga ahli yang kompeten.

Pendampingan tahap pertama ini dilakukan sebanyak 6 sesi pelatihan yang difokuskan pada teknik pembatikan. Dan pendampingan tahap pertama ini baru berakhir pada bulan Agustus 2020.

Melalui pendampingan tersebut, saat ini para perajin sudah dapat melakukan proses pembatikan sesuai standar sehingga hasil batikan yang diperoleh lebih berkualitas, motif yang dihasilkan lebih variatif, tidak kaku, dan tidak membosankan.

“Mereka sudah percaya diri untuk membuat batikan sendiri dari awal sampai dengan selesai dan mereka sudah dapat menjual produknya dengan harga mulai dari Rp 400 ribu sesuai dengan tingkat kesulitan motif yang dibuat dan bahan dasar kain,” kata dia.

WARISAN BUDAYA. Perajin batik tulis Sukapura sedang membatik. Mereka diberikan pelatihan dan pendampingan dari BI untuk mendongkrak kualitas.
WARISAN BUDAYA. Perajin batik tulis Sukapura sedang membatik. Mereka diberikan pelatihan dan pendampingan dari BI untuk mendongkrak kualitas.

Namun pemasaran yang dilakukan masih terbatas, dikarenakan wawasan yang terbatas, akses dan teknik pemasaran yang masih sederhana. Selanjutnya Bank Indonesia Tasikmalaya akan melanjutkan tahap pendampingan dengan fokus ke penguatan kelembagaan dan pemasaran antara lain melalui event-event pameran.

Bahkan saat ini batik sukapura merupakan salah satu UMKM binaan KPw BI Tasikmalaya yang lolos menjadi salah satu peserta event Pameran Karya Kreatif Indonesia 2020 yang merupakan kesempatan besar bagi UMKM binaan Bank Indonesia di seluruh nusantara untuk menunjukkan potensinya dengan menampilkan produk unggulan yang berkualitas premium agar dapat menembus pasar internasional.

Lebih membanggakan lagi, produk Batik Sukapura ini terpilih sebagai salah satu kain yang akan digunakan dalam acara fashion show KKI 2020 yang akan diselenggarakan secara virtual mulai tanggal 28 Agustus 2020.

“Semoga hal ini merupakan suatu awal yang sangat baik untuk mengembalikan kejayaan batik sukapura agar lebih dikenal dan diminati kembali baik di tingkat nasional dan dapat menembus pasar global,” harapnya.

Heru menyebutkan pendampingan yang dilakukan BI dilakukan dari hulu ke hilir, sehingga diharapkan UMKM batik ini dapat terus berproduksi dan berkembang di tengah tantangan pasar yang kompetitif.

Heru berpesan, agar para pengrajin terus bersemangat, dijaga kekompakannya, perkuat kelembagaannya, yakini bahwa yang dilakukan bukan sekadar melakoni dari pencaharian kehidupan, tapi memelihara keluhuran budaya.

“Yang paling penting melakukan produksi sepenuh hati sehingga kualitas yang sudah diajarkan oleh ahlinya itu ditekuni secara baik dan semakin lama semakin besar jumlah kelompoknya. Ini bisa menjadi destinasi wisata batik di wilayah Priangan Timur,” terang Heru.

Kepala Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Asep Ahmad Kastoyo mengaku bangga atas eksistensi batik Sukapura saat ini. Terlebih saat ini dibina oleh Bank Indonesia, sehingga pihaknya pun berencana mendirikan kelompok Usaha Batik Sukapura.  “Kami sangat bangga dan Insya Allah untuk ke depan yang nama batik Sukapura ini akan kembali terkenal lagi,” kata dia.

Ia berharap masyarakat bukan hanya menjadi penulis batik tapi juga menjadi pengusaha batik. Nantinya akan dilakukan kerja sama dengan Bumdes dalam hal permodalannya.

“Batik Sukapura ini nantinya akan menjadi magnet wisata dan kunjungan ke Desa Janggala. Jadi wisatawan yang datang ke daerah kami tidak hanya melihat obyek wisata alam saja, melainkan juga bisa melihat hasil kerajinan batik Sukapura Karuhun,” ungkapnya. (obi/adv)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.