Batu Andesit di Jalan Taman Kota Tasik Dikeluhkan Warga

227
0
RUSAK. Batu andesit di depan Taman Kota Tasikmalaya rusak Jumat (7/2). Kondisi ini dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TAWANG – Kawasan batu andesit di depan Taman Kota Tasikmalaya dikeluhkan masyarakat. Batu di kawasan yang awalnya untuk pedestrian itu, kini sudah rusak. Sebagian batunya tak lagi rapi. Kawasan yang kini dipakai lalu lintas itu tidak rata. Batu muncul ke permukaan.

Pantauan Radar pada Jumat sore (7/2), di sejumlah titik area andesit, sudah tidak lagi berkontur rata. Beberapa batu rusak dan sebagian lainnya menonjol ke atas.

Baca juga : Keberadaan Anak Punk di Tasik Didiskusikan Lagi

Andi Andrian (31), warga Kawalu, mengaku risi ketika melintas di kawasan andesit. Dia takut terjatuh saat ban sepeda motornya menggilas batu-batu andesit tersebut. Apalagi, permukaannya sudah tidak rata.

“Pas mau lewat suka lupa juga kalau di situ rusak, karena sekilas enggak kelihatan waktu di motor,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (7/2).

Andi tidak mengerti alasan batu-batu andesit itu masih tetap terpasang, padahal kawasan tersebut sudah diaktifkan sebagai jalur lalu lintas. Secara estetika pun, kata dia, batu-batu kotak itu tidak menggambarkan tampilan yang menarik. “Bagus juga enggak, jadi buat apa,” tuturnya.

Andi sebenarnya sudah enggan melintas di kawasan andesit tersebut. Namun karena sudah terbiasa, dia sering kali lupa dan akhirnya melintas kembali di jalur pemisah kawasan Masjid Agung dan Taman Kota Kota Tasikmalaya itu.

Loading...

“Dari awal sudah mau muter ke jalan Pemuda, tapi sadarnya itu pas sudah naik andesit, ya sudah lanjut saja sambil pelan-pelan,” katanya.

Baca juga : Uu: Anies Berkunjung ke Ponpes Miftahul Huda Tasik, Bukan Diundang

Warga lainnya, Cecep (27). Dia mengeluhkan hal yang sama dengan Andi. Saat melintas di kawasan andesit, dia takut terjatuh. Apalagi saat kawasan itu sudah dilanda hujan. Di sana licin.

“Jadi sepelan mungkin kalau lewat abis hujan, takut jatuh,” terang pemuda asal Cihideung itu.

Posisi andesit yang lebih tinggi sekitar 10 cm dari jalan aspal, menurutnya, sangat tidak nyaman dilalui. Terlebih ketika ada mobil ceper sudah pasti bagian bawahnya bergesekan dengan andesit. “Pernah teman saya pakai mobil lewat situ, kalau rusak sih enggak tapi bawahnya baret-baret,” katanya.

Informasi yang dihimpun Radar, selain kepada pengendara, pejalan kaki pun terganggu dengan kondisi kawasan andesit. Beberapa warga sempat tersandung oleh batu andesit yang menonjol ke atas. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.