Batu Andesit di Taman Kota Tasik Bukan untuk Lalu Lintas

209
0
DIPERBAIKI. Batu-batu di kawasan andesit yang rusak diperbaiki, Senin (10/2). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIHIDEUNG – Batu andesit secara prinsip bukan untuk permukaan jalan lalu lintas. Andesit juga dinilai membahayakan pengguna jalan, meskipun dalam kondisi rata.

Kawasan andesit yang rusak beberapa waktu lalu, Senin (10/2), mulai diperbaiki oleh pekerja lapangan di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (10/2). Batu-batu berbentuk balok di area penghubung Masjid Agung dan Taman Kota Tasikmalaya tersebut disesuaikan lagi posisinya, sehingga permukaannya kembali rata.

Baca juga : Pelaku Teror Perkosaan di Tasik Selalu Mengaku Uwaknya Korban

Baca juga : Pernah tak Sejalan di Pilgub Jabar 2018, PKS Mulai Dukung Ridwan Kamil

Namun demikian, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Gumilar menyebutkan bahwa batu andesit pada dasarnya bukan untuk lalu lintas, karena permukaan licin sehingga berpotensi bahaya, meskipun kondisinya tidak rusak.

“Kan licin jadi pengendara harus hati-hati kalau melintas,” ujarnya Senin (10/2).

Selain itu, kata dia, sebaik apapun kualitas batu andesit, cukup rentan untuk retak atau patah kalau dilalui kendaraan, sehingga dikhawatirkan batu itu tidak akan bertahan lama. “Beda dengan aspal yang sifatnya lebih fleksibel,” ujarnya.

Jika memang area tersebut akan dipermanenkan untuk arus lalu lintas, maka menurutnya, andesit perlu dibongkar.

Loading...

Kecuali, Pemkot ada rencana untuk mengembalikan kawasan itu menjadi bagian dari Taman Kota seperti sebelumnya. “Tapi sementara ini belum ada rencana ke situ,” terangnya.

Jika memang kawasan andesit akan dikembalikan menjadi bagian taman, secara otomatis perlu ada rekayasa lalu lintas kembali. Bisa dengan rekayasa lalu lintas sebelumnya, bisa juga ada konsep baru. “Kalau diubah lagi ya rekayasa lalu lintas pun berubah,” terangnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu batu-batu andesit rusak dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga, pun DPRD menilai harus ada evaluasi terhadap kawasan itu.

Baca juga : Polisi Tasik Pastikan Mang Pian yang Tewas Ngambang di Kolam Lele dan 1 Matanya Dikerubuti Lele, Akibat Sakit

Baca juga : Polisi Tasik Pastikan Mang Pian yang Tewas Ngambang di Kolam Lele dan 1 Matanya Dikerubuti Lele, Akibat Sakit

KBO Sat Lantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Dedi Haryana, sebelumnya, mengakui bantu-batu yang sudah tidak rata itu memang dinilai berbahaya. Karena berpotensi menimbulkan kecelakaan tunggal khususnya ketika basah diguyur hujan.

“Mobil mungkin enggak terlalu, lebih berbahaya untuk motor,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (9/2).

Untuk kelancaran lalu lintas, idealnya andesit dikembalikan menjadi jalur beraspal. Namun di sisi lain tidak dia pungkiri keberadaan andesit membuat kendaraan tak berani ngebut saat melintas di area tersebut.

“Kalau pun mau mempertahankan keberadaan batu, bisa diganti dengan yang permukaannya kasar supaya tidak licin,” katanya.
Meskipun sudah difungsikan kembali menjadi jalur lalu lintas, dengan kondisi yang rusak, menurutnya, area tersebut ditutup sementara. Namun hal itu perlu kesepakatan dari pihak-pihak terkait, khususnya Pemkot. “Bagusnya sih sementara ditutup dulu,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.