Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.3%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

Batu Andesit Taman Kota tak akan Dibongkar, Begini Jadinya..

168
0
MASUK HZ. Kendaraan mulai masuk Jalur HZ Mustofa melintasi batu Andesit Taman Kota-Masjid Agung Kota Tasik, Kamis (1/8). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

BALEKOTA – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menegaskan, batu Andesit di Taman Kota depan Masjid Agung Tasik, telah difungsikan kembali menjadi jalan umum menuju kawasan pertokoan HZ Mustofa, Cihideung, Kamis (1/8).

Kata dia, batu Andesit ini tak perlu dibongkar dan langsung dipergunakan saja. “Tidak perlu dibongkar, langsung djgunakan saja menjadi jalan seperti di Braga, Bandung. Itu kan tidak ada masalah langsung pakai saja,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com, belum lama ini (29/7).

Hal senada diungkapak Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasik, Budi Martanova. Kata dia, Andesit itu dibangun oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, beberapa tahun lalu berbarengan dengan pembangunan Taman Kota.

Baca juga; Batu Andesit Taman Kota Tasik mau Dibongkar, PKL Demo Minta Kejelasan Relokasi

Dia mengaku, pihaknya sempat diajak duduk bersama dengan instansi terkait lainnya membahas mengaktifkan kembali fungsi batu Andesit ke semula, yaitu jalan raya. “Kami sempat membahas Andesit ini bareng-bareng. Dan diputuskan saat itu sementara tidak dibongkar,” tuturnya.

Jelas dia, rencana saat ini batu Andesit tersebut memang telah diputuskan tak dibongkar dan langsung digunakan melintasi kendaraan.

“Tetapi jika memang kedepannya harus dibongkar, kami siap memperbaikinnya dan mengubahnya kembali menjadi jalan. Tapi ya saat ini langsung dipergunakan saja,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim), Yono S Karso juga memastikan Andesit Taman Kota itu tak akan dibongkar. “Jika terjadi kerusakan nanti pemeliharaannya dilakukan Dinas PUPR,” cetusnya.

Tukas dia, apakah kedepannya batu Andesit itu kuat berapa lama dan akan seperti apa jika terjadi kerusakan, tentunya nantj ada kajian secara teknis yang dilakukan Dinas PUPR.

“Ya nanti kalau ada yang rusak oleh PUPR dirawatnya sesuai kewenangannya. Jadi belum bisa dipastikan berapa lama kuat bertahannya, karena nanti ada pertimbangan teknis dari PUPR,” tukasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.