Batu Bersusun Akan Diteliti, Disbudpora Ciamis Melapor ke Arkeolog

1483
0
FOTO-FOTO: ISTIMEWA AKAN DITELITI. Batu bersusun di perbatasan Kecamatan Kawali dan Kecamatan Lumbung menjadi perbincangan masyarakat. Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis akan melaporkan penemuan batu-batu tersebut kepada tim arkeolog agar diteliti.

CIAMIS – Jagat media sosial ramai. Publik Ciamis mem-posting foto-foto batu yang sekilas mirip batu-batu di candi itu di media sosial.

Batu bersusun itu ditemukan di Desa Selasari Kecamatan Kawali dan Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan menjelaskan batu bersusun sudah lama ditemukan warga Desa Selasari Kecamatan Kawali dan warga Sukaraharja Kecamatan Lumbung. Namun baru sekarang ramai di medsos.

Tempat batu susun itu dijadikan kaum muda untuk swafoto.

Baca juga : Warga Banjaranyar Ciamis Demo, Perbaikan Jalan Belum 100 Hari Sudah Rusak

Disbudpora menerima informasi dari pemerintah desa dan masyarakat setempat soal batu bersusun tersebut. Disbudpora pun langsung melakukan peninjauan ke lokasi –batu bersusun— tersebut.

Untuk menuju batu bersusun, pegawai Disbudpora harus berjalan kaki. Mereka menyusuri sawah dan sungai. Jarak dari jalan ke bukit milik warga itu sekitar 2 km.

“Kedatangannya kami beberapa hari ke belakang itu guna memastikan itu bentukan alam atau situs sejarah, tapi bila secara kasat mata dugaan sementara batu susun ini sebuah situs peninggalan sejarah,” kata Erwan kepada wartawan Jumat (17/1) siang.

Erwan mengaku telah mengukur batu susun tersebut. Batu-batu tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter, tinggi 15 meter. Sedangkan di bagian atasnya sekitar 30 meter.

Batu bersusun batu memiliki bentuk bervariasi. Ada bagian yang mirip gapura dan pintu masuk. Untuk memastikan bahwa batu-batu tersebut memiliki nilai sejarah, pihaknya melaporkan tentang batu tersebut ke tim arkeolog. Bahkan, Dibudpora meminta arkeolog melakukan penelitian di lokasi penemuan batu-batu tersebut. Itu guna memastikan batu susun ini situs peninggalan sejarah atau bentukan alam.

Setelah nanti tim arkeolog melakukan penelitian dan mendapatkan hasil, pihaknya bisa melakukan langkah selanjutnya, karena batu bersusun ini menjadi salah satu potensi wisata di Kabupaten Ciamis juga.

“Makanya kita juga belum secara pasti apakah bagian situs sejarah atau bentukan alam, tapi batu susun ini unik berpotensi jadi destinasi wisata nantinya,” paparnya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.