Bawa Kampung Naga ke Forum Internasional

246
0
Maya Ruhtiani

Aktivitasnya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya, tidak menyurutkan semangat Maya Ruhtiani SH MH L.L.M untuk bisa berkiprah di dunia internasional.
Perempuan yang menyelesaikan studi S2 di Young San University Korea Selatan itu, dalam waktu dekat akan terbang ke Singapura. Dia mengikuti seminar internasional se-Asia di Singapura Management University, pada 1-2 Maret 2018.
“Alhamdulillah dan saya tidak menyangka kalau paper saya tentang Kampung Naga lolos dan diterima oleh panitia Forum Internasional se-Asia. Judul yang saya kirimkan yaitu Legal Protection of Traditional Architectural Design of The Kampung Naga Indonesia dan di sana nanti saya sebagai pembicara tentang rumah-rumah di Kampung Naga,” tuturnya kepada Radar, belum lama ini.
Awalnya, kata Maya, dia mengirimkan paper hanya menargetkan sebagai peserta. Namun entah kenapa, panitia akhirnya memilih paper yang dibuatnya itu sebagai bahan pembahasan, sehingga dia harus mempresentasikan karya tersebut.
Sekilas bercerita tentang isi paper-nya, Maya menjelaskan tentang keunikan-keunikan rumah-rumah adat di Kampung Naga. Di mana desain rumah tersebut punya ciri khas yang unik, sehingga harus bisa dilindungi hak ciptaannya.
“Arsitektur rumah di Kampung Naga itu unik. Sebagai rumah hemat energi tanpa listrik. Bahkan dari beberapa nara sumber yang sempat saya temui, sudah ada riset dari negara lain. Di sinilah peran kita untuk melindungi hak cipta tersebut, agar nantinya tidak diakui oleh orang lain,” tegasnya.
Dengan desain arsitektur rumah Kampung Naga, tutur Maya, merupakan salah satu hal yang bisa menjadi acuan bagi dunia internasional dalam menciptakan hal-hal baru untuk keberlangsungan lingkungan dunia di masa depan.
“Hak cipta desain rumah Kampung Naga ini bisa diusulkan ke UNESCO, tentunya perlu peran dari pemerintah untuk mendorong hal ini. Dengan dibawanya Kampung Naga ke forum internasional nanti, saya berharap tidak hanya membawa nama Indonesia saja, tapi juga membawa nama Kabupaten Tasikmalaya,” harapnya.
Maya juga menambahkan bahwa di Kampung Naga itu tidak hanya sekadar desain arsitektur rumah saja, akan tetapi banyak hal lain yang bisa digali dan lindungi salah satunya saluran air. Terlebih di Indonesia ini tidak hanya Kampung Naga, tapi banyak sekali kampung-kampung adat yang memang punya ciri khas dan keunikan tersendiri,” ujarnya. (tin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.