Bawaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran

26

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Sampai Jumat (2/11), Bawaslu Kabupaten Ciamis mengaku belum mene­rima laporan duga­an pelanggaran pemilu dari masyarakat. Adapun pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang sudah diter­tib­kan, itu temuan lem­ba­ga pengawas pemilu tersebut.

Anggota Bawaslu Kabupaten Ciamis Bagian Kordiv Hukum, Data dan Informasi Samsul Maarif SPd mengaku pihaknya mengawasi 10 larangan dalam kampanye. Yaitu, mempersoalkan dasar negara UUD 1945, bentuk negara; melakukan kegiatan yang membahayakan NKRI; membawa atau menggunakan tanda gambar dan atau atribut selain dari tanda gambar dan atau atribut peseta pemilu yang bersangkutan; menghasut dan mengadu domba; mengganggu ketertiban umum; mengancam untuk melakukan kekerasan; merusak dan atau menghilangkan alat peraga; menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan termasuk halamannya; melakukan kampanye SARA dan menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye.

“Upaya itu yang kami ingatkan kepada para partai politik (parpol) sebagai peserta pemilu atau peserta kampanye, baik caleg atau tim sukses Pilpres tahun 2019,” jelas Samsul saat dihubungi Jumat siang (2/11).

Bawaslu mengaku selalu menekankan kepada semuanya agar bisa menaati semua larangan. Karena bila melakukan pelanggaran, Bawaslu juga akan melakukan tindakan tegas. Mulai surat teguran hingga pemanggilan.

“Intinya kami akan terus awasi dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Bawaslu di 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis,“ paparnya.

Sampai saat ini, Bawaslu, kata dia, belum menerima laporan dari masyarakat mengenai pelanggaran 10 larangan kampanye.

Untuk itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat bila menemukan adanya caleg atau tim sukses yang melakukan 10 pelanggaran, untuk segera melapor. Tentunya dengan menyertakan alat bukti yang mendukung berupa gambar atau video.

“Kami akan tindak tegas sesuai dengan pelanggaran yang ada,” janjinya.

Tim Gabungan, sebelumnya, menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang di tempat-tempat yang dilarang. Kamis siang (1/11), tim yang terdiri dari Bawaslu, Satpol PP, Polres Ciamis dan Dishub bergerak menyisir jalan protokol, salah satunya di Jalan Jenderal Sudirman Ciamis.

Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Ciamis Uce Kurniawan, Tim Gabungan menertibkan APK yang melanggar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Salah satunya yaitu APK dilarang dipasang di jalan protokol. ”Walaupun memang dipasang di rumah pribadi tapi berada di jalan protokol tetap ditertibkan. Hal itu tidak boleh,” ujarnya di kantornya Kamis (1/11).

Sebelum melakukan penertiban, Uce me­ngaku sudah mengundang partai po­litik agar menertibkan APK-APK tersebut. Namun, parpol merelakan alat peraga kampanye ditertibkan. “Namun untuk eksekusi menertibkannya Satpol PP. Bawaslu mengawasinya. Berikut Dishub dan polisi membantu dalam pengaturan arus lalu lintas saat pencopotan APK tersebut,” terangnya. (isr)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.