Bawaslu Kabupaten Tasik Temukan Beberapa Kades Diduga tak Netral dalam Pilkada

173
0
Ahmad Azis Firdaus Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Selama masa kampanye pasangan calon di Pilkada 2020, berbagai temuan pelanggaran sudah menjadi catatan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya. Mulai dari pelanggaran pemasangan baliho sampai dugaan tidak netralnya kepala desa yang mendukung salah satu pasangan calon.

Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan temuan dokumen foto yang menunjukkan adanya indikasi aparatur desa yang mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada Tasik.

Dalam foto tersebut ada delapan orang yang berfoto sambil mengacungkan tangan dengan simbol nomor urut salah satu pasangan calon. Dalam foto tersebut diduga dilakukan oleh beberapa kepala desa di Kecamatan Rajapolah.

Koordinator Divisi (Koordiv) Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Azis Firdaus mengatakan, informasi awal yang diterima berupa dokumen foto dengan simbol nomor urut salah satu pasangan calon yang dilakukan beberapa kepala desa.

Menindaklanjutinya, kata dia, Bawaslu langsung memberikan tugas kepada Panwascam Rajapolah didampingi oleh staf Bawaslu untuk melakukan penelusuran terhadap informasi dokumen foto tersebut.

“Sesuai dengan mekanisme yang ada terkait penelusuran, sebelum Bawaslu menetapkan untuk dijadikan sebuah temuan agar memenuhi unsur formil dan materil dulu,” ujar Azis kepada Radar di Kantor Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/11).

Menurut dia, sampai saat ini Panwascam Rajapolah tengah melakukan penelusuran untuk mengumpulkan bukti berupa unsur formil dan materil dari informasi dokumen foto tersebut yang nanti dilimpahkan dan diteruskan ke Bawaslu.

“Untuk informasi dokumen foto yang ada indikasi dukungan dengan simbol tangan oleh para kepala desa ini tentunya perlu adanya penelusuran kajian secara hukum. Apakah masuk ke pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa atau peraturan tentang Netralitas Kepala Desa atau Pejabat Struktural,” kata dia.

Dia menambahkan, bahwa orang-orang yang ada di dalam foto tersebut, indikasi dugaannya adalah para kepala desa di lingkungan Kecamatan Rajapolah.

“Kita sedang mengumpulkan bukti materil dan formilnya, apakah para kepala desa tersebut masih aktif menjabat, jadi kita masih lakukan penelusuran seperti pembuktian dari sisi SK tugas dan statusnya sebagai kepala desa, itu akan kita pastikan,” ujarnya, menambahkan.

Termasuk, tambah dia, persoalan temuan dokumen foto yang menggambarkan adanya indikasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon ini, belum bisa dipastikan apakah masuk kepada pelanggaran pidana pemilu atau hanya administratif.

Baca juga : Muda Mudi Sukahening & Ciawi Kabupaten Tasik Dukung Pasangan Azies-Haris

“Kita kaji dulu dari sisi hukum dan aturannya sesuai dengan peristiwa atau materinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada hasil dari penelusurannya. Terbukti atau tidak ada pelanggaran,” tegas dia.

Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin mengatakan, pihaknya dalam tahapan kampanye pasangan calon dan menjelang 30 hari pemungutan suara di Pilkada Tasik banyak mengeluarkan surat teguran kepada keempat pasangan calon.

Surat teguran tersebut dilayangkan kepada keempat pasangan calon karena melanggar protokol kesehatan seperti sosialisasi dalam kegiatan kampanye dengan berkerumun atau banyak orang.

Kebanyakan pasangan calon melaksanakan sosialisasi di tempat-tempat ibadah dengan melibatkan kerumunan masyarakat baik di acara pengajian di madrasah atau masjid. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.