BAWASLU MINTA MAAF

99
0
KLARIFIKASI. Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya meminta maaf terkait beredarnya video dangdutan usai kegiatan rakor di Pangandaran. rangga jatnika / radar tasikmalaya

TASIK – Bawaslu Kota Tasikmalaya mengakui ada keteledoran berujung beredarnya video dangdutan. Padahal acara hiburan tersebut bersifat spontanitas yang tak terprediksi.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin meminta maaf kepada masyarakat. Khususnya para tokoh yang selama ini berjuang menjaga nilai religius Kota Tasikmalaya.

“Kami memahami, beredarnya video kemarin menimbulkan opini negatif untuk Kota Tasikmalaya,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (4/7).

Namun demikian, Ijang menekankan kembali bahwa acara hiburan tersebut bukan termasuk agenda kegiatan Bawaslu. Pasalnya, acara musik electone terjadi secara insidental hasil inisiatif beberapa orang. “Jadi spontanitas dan tidak terprediksi dari awal,” tuturnya.

Perlu diketahui, lanjut Ijang, masa bakti Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) berakhir pada 30 Juni 2019. Namun dalam rapat evaluasi tanggal 1 Juli itu, Bawaslu perlu menghadirkan mereka karena pembahasan pelanggaran, hukum dan sengketa saat pemilu. “Jadi secara de jure, mereka sudah tidak lagi melekat sebagai Panwascam karena masa baktinya sudah berakhir,” terangnya.

Pasca beredarnya video tersebut, Bawaslu menelusuri kronologi sampai adanya hiburan tersebut. Intinya, acara electone itu sebagai ajang perpisahan Panwascam. “Jadi setelah rakor selesai, beberapa Panwascam yang sudah Purnabakti berinisiatif mengadakan hiburan,” kata Ijang.

Soal video itu bisa beredar, salah seorang di lokasi merekam momen itu dan menjadikannya status WhatsApps. Efeknya, video yang menampilkan kejadian tidak elok itu pun tersebar. “Jadi tidak ada yang dengan sengaja menyebarkan,” ungkap dia menerangkan.

Kejadian ini, kata dia, menjadi pembelajaran semua pihak khususnya di tubuh Bawaslu. Diharapkan, hal serupa tidak terulang di kemudian hari. “Ini cambuk dan pengingat atas keteledoran kami, dan kami jadikan sebagai pelajaran berharga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Tasikmalaya Enceng Fuad Syukron mengaku hiburan tersebut merupakan inisiatif dari beberapa Panwascam. Dia dan para komisioner Bawaslu tidak begitu mengetahuinya. “Saya dan komisioner lainnya ikut ketua (Bawaslu) mendampingi pimpinan Bawaslu Jabar,” ujarnya kepada Radar, kemarin (3/7).

Sebelumnya, Enceng sempat mendengar bahwa Panwascam menginginkan hiburan. Akan tetapi, dia tidak mengetahui bentuk hiburan yang mereka maksud. “Memang sempat mereka (panwascam, Red) ngomongin hiburan, tapi tidak terlalu saya dengarkan,” ujarnya.

Enceng pun menyesalkan atas apa yang telah terjadi, terlebih kegiatan diselenggarakan oleh divisinya. “Ya jelas kami menyesalkan, dan kami tegaskan itu bukan bagian dari kegiatan rakor,” tuturnya.

Disinggung soal sikap Bawaslu pasca kejadian tersebut, pihaknya enggan memberikan penjelasan. Dia mengatakan kebijakan tersebut merupakan wewenang Ketua Bawaslu Ijang Jamaludin. “Karena ketua juga tidak tinggal diam,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.