Bawaslu Nyatakan Reuni 212 Tak Ditemukan Pelanggaran Kampanye, Meski Ada Pemutaran Lagu 2019 Ganti Presiden

26

JAKARTA — Bawaslu DKI Jakarta dan bawahannya memantau pelanggaran kampanye pilpres atau pemilu di reuni akbar 212 di Monas, Minggu (2/12). Tak ditemukan pelanggaran selama acara.

Bawaslu DKI turun langsung memantau Reuni 212 di Monas. Hasilnya, sejauh ini dinyatakan tak ditemukan adanya pelanggaran kampanye.

Anggota Bawaslu DKI Puadi mengatakan pemantauan Reuni Akbar 212 sudah disiapkan sejak Sabtu (1/12) malam. Bawaslu DKI sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yaitu Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat.

“Kita juga menyiapkan turun ke lapangan. Saya, Bawaslu DKI, turun bersama dengan lima Bawaslu Kota Jakarta Pusat dan juga bersama 24 pengawas kita di tingkat kecamatan dan 44 di tingkat kelurahan,” papar Puadi, Minggu (2/12/2018).

Bawaslu melakukan pengawasan sepanjang berlangsungnya Reuni Akbar 212, baik berupa alat peraga maupun substansi acara. Bawaslu DKI sama sekali tak menemukan alat peraga kampanye di arena Reuni 212.

Terkait bukti rekaman yang disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab, hal itu rekaman yang menurut salah satu panitia Haikal Hassan adalah rekaman dua tahun yang lalu yang disampaikan Habib Rizieq Shihab di aksi 212.

“Kemudian disetel di lokasi dan itu locus-nya nggak ada urusannya. Jadi peristiwanya kapan, karena pola penanganan pelanggaran itu adalah di mana peristiwa locus delicti-nya,” ujar Puadi.

Sebenarnya ada dua rekaman yang diputar di Reuni 212, rekaman khotbah Jumat Habib Rizieq pada 2 Desember 2016, seperti yang dimaksud Puadi, dan rekaman pidato terbaru Habib Rizieq yang dibuat khusus untuk acara Reuni 212 hari ini. Puadi tak membahas soal rekaman kedua.

Puadi mengatakan Bawaslu DKI juga mengawasi Prabowo secara intensif. Sambutan Prabowo di Reuni 212 didengarkan secara saksama.

“Kemudian kita juga melakukan pengawasan melekat, ada Pak Prabowo sebagai undangan, kemudian dia menyampaikan pidatonya, sambutannya. Apakah sambutan Pak Prabowo itu, ada nggak penyampaian visi-misinya, programnya, atau mungkin citra dirilah,” ujar Puadi seperti diberitakan detikcom.

Pidato Prabowo dinyatakan tak melanggar aturan karena hanya berisi ucapan terima kasih telah diundang ke acara itu, tak ada penyampaian visi-misi, tak ada ajakan memilih, tak ada juga nomor urut.

Soal lagu ‘2019 Ganti Presiden’ yang diputar di Reuni 212, Bawaslu DKI juga tak menemukan pelanggaran.

“Kalaupun ada lagu-lagu, memang di lapangan kami tidak temukan adanya lagu-lagu, yel-yel ganti presiden. Seandainya ada satu-dua yang menyampaikan lagu-lagu, sekarang yang menyanyikan lagu atau menyampaikan lagu apakah dia sebagai tim kampanye, pelaksana kampanye, atau sebagai peserta. Sepanjang dia bukan tim kampanye, pelaksana, dan peserta itu tidak ada hubungannya dengan kita, itu penyampaian pendapat mereka,” ujarnya.

“Tapi dari hasil temuan kami, Bawaslu DKI, Bawaslu Jakarta Pusat, dan tingkat kecamatan dan kelurahan beserta kepolisian di lapangan, kami tidak temukan adanya dugaan pelanggaran itu, karena alat peraga kampanye itu tidak ditemukan,” ujarnya.

(ral/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.